{"id":18344,"date":"2025-06-14T08:14:52","date_gmt":"2025-06-14T08:14:52","guid":{"rendered":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=18344"},"modified":"2025-06-14T08:19:25","modified_gmt":"2025-06-14T08:19:25","slug":"drs-h-makmur-m-ag-kepala-kemenag-bandar-lampung-apresiasi-haflah-nashihuddin-santri-adalah-cahaya-umat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=18344","title":{"rendered":"Drs. H. Makmur, M.Ag Kepala Kemenag Bandar Lampung Apresiasi Haflah Nashihuddin: Santri Adalah Cahaya Umat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"text-align: justify;\"><br \/>\nBandar Lampung, <\/span><strong style=\"text-align: justify;\">MUI Lampung Digital<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"text-align: justify;\">Suasana khidmat dan haru menyelimuti halaman Pondok Pesantren Nashihuddin saat ratusan santri, wali santri, dan tamu undangan mengikuti Haflah Akhirussanah dan Khataman Alfiyah Ibnu Malik Angkatan II, Sabtu, (14\/06\/2025) di Ponpes Nashihuddin. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"text-align: justify;\">Acara ini menjadi penanda berakhirnya masa belajar para santri yang telah menyelesaikan kajian mendalam kitab Alfiyah Ibnu Malik sebuah karya penting dalam ilmu nahwu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini tidak hanya menampilkan kemampuan hafalan para santri, tetapi juga menjadi panggung apresiasi atas dedikasi pondok pesantren dalam membina generasi muda berilmu dan berakhlak. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung, Drs. H. Makmur, M.Ag, menyampaikan pesan yang menggugah para hadirin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan pernah ragu dan takut untuk memasukkan anak-anak ke pesantren. Sebesar apapun biaya yang dikeluarkan, tidak akan sebanding dengan berkah yang diperoleh,\u201d tegasnya penuh keyakinan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beliau juga menekankan bahwa kehidupan di pesantren membentuk karakter yang kuat, disiplin, dan penuh spiritualitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMereka bangun sejak pukul 04.00 WIB pagi untuk melaksanakan shalat tahajud, mempelajari kitab kuning, Al-Qur\u2019an, dan hadis. Hingga malam hari mereka tetap dalam kegiatan ilmu dan ibadah. Inilah investasi akhirat yang nyata,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak hanya sisi keagamaan, pesantren juga dianggap sebagai tempat terbaik untuk membentuk cinta tanah air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan ragukan nasionalisme mereka. Di pesantren mereka juga diajarkan tentang cinta bangsa, tentang bagaimana menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Drs. H. Makmur juga menyampaikan apresiasi mendalam terhadap peran Pondok Pesantren Nashihuddin dalam dunia pendidikan Islam di Lampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya sangat mengapresiasi Pondok Pesantren Nashihuddin dan seluruh jajaran pengasuh yang telah memberikan kontribusi besar dalam mencetak generasi unggul,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Acara ini turut dihadiri oleh \u00a0KH. Miftahul Huda dari Ponpes Al-Hilma, Lampung Selatan dan H. Hidir Ibrahim, M.Si., Sekretaris PWNU Lampung, yang memberikan tausiyah dan motivasi kepada para santri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan semangat keikhlasan dan keilmuan, Pondok Pesantren Nashihuddin kembali meneguhkan perannya sebagai pelita umat di tengah tantangan zaman. (Rudi Santoso)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung, MUI Lampung Digital Suasana khidmat dan haru menyelimuti halaman Pondok Pesantren Nashihuddin saat ratusan santri, wali santri, dan tamu undangan mengikuti Haflah Akhirussanah dan Khataman Alfiyah Ibnu Malik Angkatan II, Sabtu, (14\/06\/2025) di Ponpes Nashihuddin. Acara ini menjadi penanda berakhirnya masa belajar para santri yang telah menyelesaikan kajian mendalam kitab Alfiyah Ibnu Malik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18345,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,42,51],"tags":[],"class_list":["post-18344","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-home","category-warta-nasional-dan-daerah"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/IMG_9398.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18344","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18344"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18344\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18349,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18344\/revisions\/18349"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18345"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18344"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18344"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18344"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}