{"id":17936,"date":"2025-04-30T14:05:24","date_gmt":"2025-04-30T14:05:24","guid":{"rendered":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=17936"},"modified":"2025-04-30T14:05:24","modified_gmt":"2025-04-30T14:05:24","slug":"wagub-jihan-nurlela-ajak-pesantren-jadi-pelopor-pengelolaan-sampah-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=17936","title":{"rendered":"Wagub Jihan Nurlela Ajak Pesantren Jadi Pelopor Pengelolaan Sampah Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Bandar Lampung, <strong>MUI Lampung Digital<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menerima kunjungan silaturahmi Pengurus Jam\u2019iyyah Perempuan Pengurus Pesantren dan Mubalighoh (JPPPM) Provinsi Lampung di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Bandarlampung, Rabu (30\/4\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Silaturahmi ini dihadiri oleh berbagai tokoh pesantren perempuan se-Provinsi Lampung. Dalam pertemuan itu, Wagub Jihan didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Emilia Kusumawati dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung Yulia Megaria.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pertemuan ini dibahas kegiatan JPPPM bertema pendidikan dan Kurikulum Merdeka. Wagub Jihan menekankan bahwa isu lingkungan tidak boleh luput dari perhatian dunia pesantren.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPondok pesantren memiliki jumlah produksi sampah harian yang relatif tetap. Ini bisa menjadi kekuatan dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, pondok pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga bisa menjadi mitra utama organisasi pengelola sampah dan agen perubahan dalam menjaga lingkungan. Ia menilai, kolaborasi pesantren dengan lembaga pengelolaan sampah dapat membuka peluang usaha berbasis lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDengan pengelolaan yang tepat, sampah bisa menjadi sumber ekonomi baru. Produk daur ulang atau kompos dari pesantren bisa bernilai jual. Ini pendidikan praktis yang sangat aplikatif bagi para santri,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wagub Jihan, pada kesempatan itu, mendorong pondok pesantren agar menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengajak pesantren untuk mulai mengembangkan model bank sampah, pelatihan daur ulang, hingga teknologi sederhana pengolahan limbah organik. Diharapkan, langkah ini tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis sejak dini kepada para santri. (Rita Zaharah)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung, MUI Lampung Digital Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menerima kunjungan silaturahmi Pengurus Jam\u2019iyyah Perempuan Pengurus Pesantren dan Mubalighoh (JPPPM) Provinsi Lampung di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Bandarlampung, Rabu (30\/4\/2025). Silaturahmi ini dihadiri oleh berbagai tokoh pesantren perempuan se-Provinsi Lampung. Dalam pertemuan itu, Wagub Jihan didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Emilia Kusumawati dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17937,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,42,51],"tags":[],"class_list":["post-17936","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-home","category-warta-nasional-dan-daerah"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-30-at-16.54.23.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17936","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=17936"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17936\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17939,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17936\/revisions\/17939"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/17937"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=17936"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=17936"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=17936"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}