{"id":17027,"date":"2024-11-17T16:22:49","date_gmt":"2024-11-17T16:22:49","guid":{"rendered":"https:\/\/muilampung.or.id\/?p=17027"},"modified":"2024-11-17T16:22:49","modified_gmt":"2024-11-17T16:22:49","slug":"opini-pemikiran-dr-agus-hermanto-m-h-i-tentang-ekologi-perspektif-fikih-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=17027","title":{"rendered":"Opini: Pemikiran Dr. Agus Hermanto, M.H.I Tentang Ekologi: Perspektif Fikih Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><strong>Pemikiran Dr. Agus Hermanto, M.H.I Tentang Ekologi: Perspektif Fikih Lingkungan<\/strong><br \/>\nAhmad Rozali<br \/>\nProdi Hukum Keluarga Islam<br \/>\nUniversitas Islam Negeri Raden Intan Lampung<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dr. Agus Hermanto, M.H.I adalah seorang cendekiawan Muslim yang memiliki kepakaran di bidang hukum Islam dan ekologi. Lahir dan besar di Indonesia, beliau menghadapi berbagai tantangan ekologis khas negara berkembang. Dengan latar belakang pendidikan dalam syariah Islam dan pengalaman mendalam dalam kajian lingkungan, Dr. Agus menulis buku Fikih Ekologi yang diterbitkan pada 2021. Buku ini merupakan respons terhadap tantangan krisis lingkungan global yang semakin nyata, terutama di negara-negara mayoritas Muslim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gagasan Utama<br \/>\nPemikiran utama Dr. Agus Hermanto adalah perlunya pendekatan berbasis nilai Islam dalam menghadapi tantangan ekologi modern. Menurut beliau, ekologi bukan hanya persoalan fisik seperti polusi atau deforestasi, melainkan melibatkan hubungan kompleks antara manusia, lingkungan, dan moralitas. Fikih ekologi yang dirumuskan Dr. Agus bertujuan menciptakan harmoni antara kebutuhan manusia dan kelestarian alam dengan landasan nilai-nilai Al-Qur&#8217;an dan hadis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dasar Pemikiran<br \/>\nPemikiran Dr. Agus dilatarbelakangi oleh kerusakan lingkungan akibat pendekatan antroposentris dan kerakusan manusia dalam mengeksploitasi sumber daya alam. Dengan mengacu pada maqashid syariah, beliau menekankan bahwa Islam sebagai agama rahmatan lil \u2018alamin memberikan prinsip moral dan hukum untuk menjaga keseimbangan ekosistem.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konsep Kunci<br \/>\nIstilah &#8220;fikih ekologi&#8221; digunakan untuk menggambarkan kerangka hukum Islam yang spesifik dalam mengatur hubungan manusia dengan alam. Dr. Agus menjelaskan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian integral dari iman, sebagaimana tercermin dalam tugas manusia sebagai khalifah. Sebagai contoh, beliau menyebutkan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an yang mengatur tentang pelestarian lingkungan dan melarang kerusakan di bumi (QS. Al-Baqarah: 205, QS. Ar-Rum: 41).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Relevansi Pemikiran<br \/>\nPemikiran Dr. Agus sangat relevan di era modern ini. Ketika krisis lingkungan global semakin memburuk, pandangan beliau memberikan kontribusi signifikan bagi upaya konservasi lingkungan yang berbasis nilai spiritual. Dengan memadukan fikih dengan etika ekologis, beliau menawarkan pendekatan unik yang tidak hanya relevan bagi umat Islam tetapi juga berkontribusi pada diskursus global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kritik dan Pendapat Lain<br \/>\nWalaupun fikih ekologi menawarkan solusi inovatif, kritik muncul terkait implementasi praktisnya. Beberapa pihak mempertanyakan apakah nilai-nilai agama dapat bersaing dengan dorongan ekonomi kapitalistik. Namun, Dr. Agus tetap optimis bahwa integrasi antara norma agama dan kebijakan publik adalah langkah yang memungkinkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aplikasi dalam Kehidupan Nyata<br \/>\nDr. Agus menyerukan penerapan fikih ekologi dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan lingkungan berbasis nilai Islam hingga kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan. Sebagai contoh, beliau mengusulkan program penghijauan kampus berbasis nilai keislaman sebagai model bagi institusi pendidikan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemikiran Dr. Agus Hermanto tentang fikih ekologi menawarkan perspektif holistik untuk menghadapi krisis lingkungan. Dengan menekankan tanggung jawab manusia sebagai khalifah, beliau tidak hanya mengingatkan umat Islam akan kewajibannya terhadap Allah tetapi juga terhadap generasi mendatang. Pemikiran ini adalah panggilan untuk bertindak, membangun harmoni antara spiritualitas dan konservasi lingkungan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemikiran Dr. Agus Hermanto, M.H.I Tentang Ekologi: Perspektif Fikih Lingkungan Ahmad Rozali Prodi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Dr. Agus Hermanto, M.H.I adalah seorang cendekiawan Muslim yang memiliki kepakaran di bidang hukum Islam dan ekologi. Lahir dan besar di Indonesia, beliau menghadapi berbagai tantangan ekologis khas negara berkembang. Dengan latar belakang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17028,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,42,44],"tags":[],"class_list":["post-17027","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-home","category-opini"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/IMG_2905.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17027","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=17027"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17027\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/17028"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=17027"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=17027"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=17027"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}