{"id":1681,"date":"2016-08-22T14:34:18","date_gmt":"2016-08-22T14:34:18","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=1681"},"modified":"2016-08-22T14:34:18","modified_gmt":"2016-08-22T14:34:18","slug":"kh-maruf-amin-mui-pelopor-lahirnya-keuangan-syariah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=1681","title":{"rendered":"KH. Ma\u2019ruf Amin: MUI Pelopor Lahirnya Keuangan Syari\u2019ah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1682 aligncenter\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/kyaimarufamin.jpg\" alt=\"kyaimarufamin\" width=\"790\" height=\"395\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jakarta: Dr. KH. Ma\u2019ruf Amin Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)<!--more--> mengatakan, di umur yang ke 41 MUI sudah banyak melakukan program dan kegiatan yang bersifat perkhidmatan kepada umat Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDalam bidang ekonomi, MUI telah mempelopori lahir dan berkembangnya keuangan syari\u2019ah di Indonesia. \u00a0Transaksi ekonomi dengan menggunakan prinsip syariah telah diakomodasi dalam peraturan perundang-undangan,\u201d kata KH. Ma\u2019ruf di Jakarta, beberapa pecan lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, salah satu\u00a0 produk keuangan syariah adalah sukuk atau surat berharga syari\u2019ah yang diterbitkan oleh negara. \u201cSaya hitung-hitung sejak diterbitkan sukuk sudah membantu APBN Rp 400 triliun. Tahun ini kemungkinan meningkat lagi,\u201d papar KH. Ma\u2019ruf.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu bidang pangan, lanjut KH. Ma\u2019ruf, MUI juga telah mempelopori dilakukan sertifikasi halal sebagai upaya untuk melindungi umat Islam agar terhindar dari mengonsumsi makanan yang tidak halal atau meragukan kehalalannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dAlhamdulilah, gerakan halal ini diterima dengan antusias oleh umat Islam dan juga produsen,\u201d ungkap KH. Ma\u2019ruf.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">KH. Ma\u2019ruf menjelaskan, bahwa gaya hidup halal (halal lifestyle) kini sudah menjadi trend global. Bukan hanya menjadi isu global, trend halal bahkan sudah masuk ke dalam dunia bisnis. Padahal awalnya, persoalan halal hanyalah diawali dari sebuah kepentingan untuk melindungi umat Islam agar mengonsumsi makanan dan minuman yang halal dan thoyyib.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut dia memaparkan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, MUI juga ikut memberikan sumbangsihnya sesuai dengan kewenangan. Di antaranya memberikan masukan dan saran dalam pembentukan peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemerintah lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kerukunan umat bergama, MUI bersama majelis agama lainnya senantiasa berkordinasi agar tercipta kerukunan yang hakiki antar pemeluk agama. Salah satu upata bersama yang telah dilakukan adalah merumuskan aturan tentang pendirian rumah ibadah, dan penyiaran agama.\u00a0\u201dMUI menyakini menjaga kerukunan antarumat beragama tidaklah mudah, perlu dukungan semua pihak agar kerukunan terwujud,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber: keuangansyariah.mysharing.co\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta: Dr. KH. Ma\u2019ruf Amin Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1684,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-1681","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1681","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1681"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1681\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1681"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1681"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1681"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}