{"id":15838,"date":"2022-02-27T01:09:36","date_gmt":"2022-02-27T01:09:36","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=15838"},"modified":"2022-02-27T01:09:36","modified_gmt":"2022-02-27T01:09:36","slug":"ketum-mui-lampung-ingatkan-umat-islam-belajar-agama-pada-guru-bersanad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=15838","title":{"rendered":"Ketum MUI Lampung Ingatkan Umat Islam Belajar Agama pada Guru Bersanad"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-15839\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/img-20211012-wa0000_1633995003.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"450\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini menyajikan berbagai kemudahan dalam kehidupan. Tak terkecuali kemudahan yang bisa dirasakan dalam mengakses informasi dan berbagai ilmu termasuk ilmu agama. Semua ada dalam genggaman tangan untuk dapat mengakses berbagai konten keagamaan baik dalam bentuk tulisan, gambar, maupun video.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nNamun perlu disadari, bahwa belajar ilmu agama, dan juga ilmu-ilmu lainnya, membutuhkan guru atau ulama. Ulama yang menjadi pembimbing pun harus jelas sanad atau silsilah keilmuannya serta rekam jejak prilakunya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPerlu juga disadari saat ini, orang yang berbicara agama di internet bukan hanya para ulama yang sudah belajar sesuai dengan ketentuannya saja. Namun marak juga orang yang baru belajar agama ataupun sama sekali tak paham agama ikut-ikut berbicara tentang agama di internet khususnya di media sosial. Mereka tahu bahwa apapun yang dibungkus dengan nama agama akan mendapatkan perhatian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTerkait hal ini, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung Prof KH Mohammad Mukri mengingatkan umat Islam bahwa belajar agama harus pada guru. Kemudahan dari teknologi yang ada saat ini hanya digunakan untuk media memudahkan, bukan jadi sumber pembelajaran. \u201cBerbicara tentang agama wajib pakai sanad (silsilah),\u201d tegas sosok yang juga Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nIa pun mengingatkan akibat seseorang belajar tidak pada guru dengan mengutip sebuah maqalah ulama: \u201cMan laisa lahu syaikhun fasyaikhuhu syaithon. Siapa yang (belajar ilmu) tanpa guru, maka gurunya adalah setan.\u201d Orang yang belajar tanpa guru maka akan banyak menggunakan pemikiran dan penafsiran sendiri sehingga apa yang disimpulkan jauh dari kaidah-kaidah yang dituntunkan oleh agama. Jika ini terjadi maka yang akan keluar adalah hanya sebuah ilusi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nBelajar agama dengan cara yang baik menurutnya merupakan ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Ikhtiar yang baik untuk mendekatkan diri pada Allah harus terus dilakukan dan setelah itu kita serahkan hasil dan takdirnya pada Allah swt. \u201cTakdir itu di ujung ikhtiar,\u201d katanya di Kantor MUI Lampung, Sabtu (26\/2\/2022).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nUmat Islam lanjutnya, juga harus menyadari bahwa semua yang ada di dunia ini merupakan kehendak dari-Nya. Termasuk takdir mulia yang telah Allah berikan kepada umat Islam karena bisa berpegang teguh pada agama yang diridhoi oleh Allah. \u201cAraftu rabbi bi rabbi walau la rabbi lamma araftu rabbi. Aku mengetahui Tuhanku karena Tuhanku, dan sekiranya tidak karena Tuhanku, niscaya aku tidak akan mengetahui Tuhanku,\u201d pungkasnya. (Muhammad Faizin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini menyajikan berbagai kemudahan dalam kehidupan. Tak terkecuali kemudahan yang bisa dirasakan dalam mengakses informasi dan berbagai ilmu termasuk ilmu agama. Semua ada dalam genggaman tangan untuk dapat mengakses berbagai konten keagamaan baik dalam bentuk tulisan, gambar, maupun video. Namun perlu disadari, bahwa belajar ilmu agama, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15839,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-15838","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15838","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15838"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15838\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15838"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15838"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15838"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}