{"id":1555,"date":"2016-08-13T00:33:27","date_gmt":"2016-08-13T00:33:27","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=1555"},"modified":"2016-08-13T00:33:27","modified_gmt":"2016-08-13T00:33:27","slug":"komisi-fatwa-mui-lampung-rancang-perpustakaan-yang-komprehensif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=1555","title":{"rendered":"Komisi Fatwa MUI Lampung adakan Rapat Kerja"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1560\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/Foto-Rapat-Komisi-Fatwa.jpg\" alt=\"Foto Rapat Komisi Fatwa\" width=\"1018\" height=\"662\" \/>Bandar Lampung :\u00a0 Jajaran Pengurus Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia\u00a0Provinsi Lampung Jum&#8217;at 12\/8\u00a0 mengadakan rapat di ruangan pimpinan MUI\u00a0Lampung membahas Program Kerja Komisi .\u00a0 Dalam rapat kerja tersebut hadir\u00a0lengkap Ketua Komisi KH Munawir dan Sekretarisnya Ahmad Sukandi MHI serta\u00a0anggota Dr KH Abdul Malik Ghozali MA, Dr KH M Zaki MA, H. Rohmat MHI, KH\u00a0Abdul Basith M.Pd.I .\u00a0 Rapat tersebut juga menghadirkan Ketua Umum Dr KH\u00a0Khairuddin Tahmid MH dan Ketua Ustadz Suryani M Nur MM .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pengarahannya Ketua Umum mengingatkan bahwa Komisi Fatwa yang\u00a0merupakan marwah organisasi MUI harus pro aktif\u00a0 menjalankan perannya\u00a0sebagai pemberi fatwa (mufti) bagi umat Islam, baik diminta maupun tidak\u00a0diminta\u00a0 serta mengakomodasi dan menyalurkan aspirasi umat Islam Indonesia\u00a0yang sangat beragam aliran paham dan pemikiran serta organisasi\u00a0keagamaannya .\u00a0 Sementara Suryani M Nur menambahkan bahwa Komisi Fatwa MUI\u00a0juga berperan dalam hal Sertifikasi Produk Halal bersama dengan Lembaga\u00a0Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI ) . Lebih jauh Suryani menjelaskan sesungguhnya di era\u00a0globalisasi saat ini. kehalalan produk pangan, obat dan kosmetik yang\u00a0beredar di Indonesia tidak akan terpenuhi bila produk yang di-impor sebagai\u00a0bahan maupun produk jadi tidak jelas asal usulnya, untuk itu perlu menjalin\u00a0kerja sama dengan lembaga muslim yang terdapat di berbagai negara di luar\u00a0negeri. Memang telah diawali dengan pembentukan Lembaga World Halal Council\u00a0(WHC), sehingga Prosedur Sertifikasi halal dengan sistem jaminan halal (Halal Assurance System ) yang dibangun LPPOM MUI pun telah diakui secara\u00a0internasional. Sistem Jaminan Halal harus diuraikan secara tertulis dalam\u00a0bentuk Manual Halal yang secara garis besarnya terdiri dari : Pernyataan\u00a0kebijakan perusahaan tentang halal (Halal Policy), Panduan Halal (Halal\u00a0Guidelines), Sistem Manajemen Halal (Halal Management System), Uraian Titik\u00a0Kritis Keharaman Produk (Haram Critical Control Point), dan Sistem Audit\u00a0Halal Internal (Internal Halal Audit System).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasil rapat Komisi Fatwa tersebut\u00a0 menghasilkan beberapa\u00a0program kerja diantaranya mau membuat Perpustakaan Keislaman yang akan\u00a0menyediakan buku-buku \/ kitab keislaman yang komprehensif, juga akan\u00a0melakukan pelatihan Digital Library,\u00a0 dan Program Pengkajian Kitab-Kitab\u00a0yang akan dilakukan secara rutin\u00a0 yang tempatnya bergiliran .\u00a0 Ketua Komisi\u00a0Fatwa, KH Munawir beserta jajaran mengharapkan dukungan dan partisipasi\u00a0dari semua elemen masyarakat agar program-program kerja tersebut dapat\u00a0terealisir dengan baik. (Muhammad Jayus)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung :\u00a0 Jajaran Pengurus Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia\u00a0Provinsi Lampung Jum&#8217;at 12\/8\u00a0 mengadakan rapat di ruangan pimpinan MUI\u00a0Lampung membahas Program Kerja Komisi .\u00a0 Dalam rapat kerja tersebut hadir\u00a0lengkap Ketua Komisi KH Munawir dan Sekretarisnya Ahmad Sukandi MHI serta\u00a0anggota Dr KH Abdul Malik Ghozali MA, Dr KH M Zaki MA, H. Rohmat MHI, KH\u00a0Abdul Basith [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1556,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-1555","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1555","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1555"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1555\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1555"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1555"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1555"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}