{"id":15414,"date":"2021-04-30T18:26:09","date_gmt":"2021-04-30T18:26:09","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=15414"},"modified":"2021-04-30T18:26:09","modified_gmt":"2021-04-30T18:26:09","slug":"maarif-nu-songsong-generasi-emas-indonesia-2045","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=15414","title":{"rendered":"Ma\u2019arif NU Songsong Generasi Emas Indonesia 2045"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-15415\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/WhatsApp-Image-2021-04-30-at-10.56.08.jpeg\" alt=\"\" width=\"717\" height=\"499\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lampung Tengah:<\/strong> Ketua Lembaga Pendidikan Ma\u2019arif Nahdlatul Ulama (LP Ma\u2019arif NU) PBNU, KH Zainal Arifin Junaidi, menyampaikan, di era pandemi Covid-19 ini adalah semua adalah takdir Allah SWT, semua manusia hanya mempunyai rencana, tapi hingga saat ini pademi Covid-19 juga belum berakhir, yang berimbas pula kepada dunia pendidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cProses pendidikan yang terpenting di era pandemi ini adalah pendidikan yang berkarakter, guna menyongsong generasi emas 2045. Islam tidak hanya mengajarkan literasi \/ iqra saja, yang jauh lebih dalam proses pendidikan adalah akhlakul karimah, karakater dan berketerampilan sosial,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini disampaikan Ketua LP Ma\u2019arif NU PBNU, KH. Zainal Arifin Junaidi pada Welcome Speech agenda Webinar Pendidikan Nasional zoom meeting, Kamis (29\/4\/2021) siang, dengan mengusung tema besar Menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMerancang masa depan pendidikan Indonesia adalah sebuah keniscayaan. Arus globalisasi adalah keniscayaan. Peserta didik dibawah naungan payung Lembaga Pendidikan Ma\u2019arif NU harus siap bersaing diera global ini, siapkan sumber daya manusia yang handal, dan berdaya saing tinggi,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMenyongsong Indonesia 2045 konsep pendidikan kita jangan melupakan orientasi kebangsaan, jangan memalsukan sejarah. Generasi emas Indonesia 2045 haruslah mempunyai religiusitas dan karakter yang kuat, selain itu peserta didik LP Ma\u2019arif NU selain harus mampu menjawab tantangan zaman, juga harus bisa memberikan tantangan zaman,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p>Ketua PBNU, Dr. H. Hanief Saha Ghafur, menyampaikan, dalam proses pendidikan yang diutamakan adalah nilai-nilai karakter. Kesuksesan seseorang hanya didukung akademik 20 %, lain-lain 20%, dan yang paling dominan adalah 60% adalah karakter atau akhlak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPenanaman nilai-nilai karakter dalam proses pendidikan yang ideal pada usia 5 \u2013 25 tahun. Pendidikan karakter harus diutamakan dimulai dari lingkungan keluarga, terutama dominasi dari contoh orang tuanya, ibu bapaknya,\u201d ujar dosen UI ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cGenerasi Indonesia Emas 2045 bisa diwujudkan dengan mencetak sumber daya manusia yang memiliki karakter dan kepemimpinan. Sangat tepat LP Ma\u2019arif NU tampil didepan optimis untuk mewujudkan cita-cita ini,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anggota BSNP, Dr. Ir. Kiki Yuliati, MSc, dalam pemaparannya, seluruh stakeholder LP Ma\u2019arif NU di Indonesia harus siap menyambut paradigma pendidikan Abad XXI. Pendidikan Nasional Abad XXI seyogyanya bertujuan untuk mewujudkan cita\u2013cita bangsa. Pendidikan Nasional Abad XXI harus menanamkan rasa kebangsaan dan penghayatan dan kemampuan menghargai budaya nasional. Muara pendidikan adalah mewujudkan perilaku beretika yang mencakup kesantunan, keadaban karena pendidikan adalah pengawal peradaban (the guardian of civilization).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSongsong Generasi Indonesia Emas 2045, LP Ma\u2019arif NU harus membuat strategi pendidikan masa depan, antara lain; teknologi pendidikan, guru, dosen, peserta didik, metode belajar mengajar kreatif, materi ajar yang kontekstual dan struktur kurikulum mandiri berbasis individu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemateri lainnya, Dr. Ki Saur Panjaitan XIII, menyampaikan, dalam rangka mencetak Generasi Indonesia Emas 2045, dalam proses pendidikan jangan meninggalkan kebudayaan. Karena pendidikan adalah proses pembudayaan, proses memanusiakan manusia, proses membentuk bangsa yang berkarakter, yang berkarakter mandiri dalam mencapai cita-cita nasionalnya, tangguh dan digdaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPendidikan perlu dihidupakan sebagai proses pembudayaan agar anak-anak Indonesia tetap berpijak kokoh pada budaya bangsanya, budaya Pancasila,\u201d ujar Sekjen Tamansiswa ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebudayaan mendesain masa depan, titik tolaknya dalah ke budaya ber-Pancasila. Tanpa kebudayaan kita tidak bisa merancang masa depan,\u201d tutup Ketua PC LP Ma\u2019arif NU Kota Jakarta Utara ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Webinar Pendidikan Nasional zoom meeting ini selain diikuti jajaran pengurus LP Ma\u2019arif NU PBNU juga diikuti, LP Ma\u2019arif NU PWNU se Indonesia, LP Ma\u2019arif NU PCNU, satuan pendidikan di lingkungan Ma\u2019arif NU, pemerhati pendidikan, dan lain-lain. Dengan moderator Wakil Ketua LP Ma\u2019arif NU PBNU, Gus Hamka (Akhmad Syarief Kurniawan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Tengah: Ketua Lembaga Pendidikan Ma\u2019arif Nahdlatul Ulama (LP Ma\u2019arif NU) PBNU, KH Zainal Arifin Junaidi, menyampaikan, di era pandemi Covid-19 ini adalah semua adalah takdir Allah SWT, semua manusia hanya mempunyai rencana, tapi hingga saat ini pademi Covid-19 juga belum berakhir, yang berimbas pula kepada dunia pendidikan. \u201cProses pendidikan yang terpenting di era pandemi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15415,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,45],"tags":[],"class_list":["post-15414","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-ormas-dan-pesantren"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15414","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15414"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15414\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}