{"id":15092,"date":"2021-01-03T00:25:04","date_gmt":"2021-01-03T00:25:04","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=15092"},"modified":"2021-01-03T00:25:04","modified_gmt":"2021-01-03T00:25:04","slug":"ruqyah-aswaja-media-dakwah-nu-di-kecamatan-sukarame-kota-bandar-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=15092","title":{"rendered":"Ruqyah Aswaja Media Dakwah NU di Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-15093\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/WhatsApp-Image-2021-01-02-at-10.12.25.jpeg\" alt=\"\" width=\"1040\" height=\"780\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Setelah berkonsentrasi membentuk ranting \u2013 ranting Nahlatul Ulama di seluruh Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, kini seluruh stakeholder keluarga besar NU kecamatan tersebut menyasar masyarakat dakwah di perkotaan dalam sisi pengobatan yang berhaluan Aswaja an Nahdliyyah, dalam hal ini membentuk Jam&#8217;iyyah Ruqyah Aswaja (JRA).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian disampaikan Ketua MWCNU Sukarame, Kota Bandar Lampung, Kiai Herry Miftah.H.RA, di ruang TPQ Masjid Baiturrohim, Perum Korpri Raya, Bandar Lampung, Rabu, (30\/12\/2020) malam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUntuk menjembatani kebutuhan tersebut kami menghadirkan Pengurus Cabang (PC) Jam&#8217;iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Kota Bandar Lampung untuk memberikan wawasan sekaligus arahan terkait dakwah Aswaja an Nahdliyyah berbasis pengobatan Alquran kepada kepada warga nahdliyyin dan pengurus MWCNU, dan Ranting NU di wilayah Kecamatan Sukarame,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pembentukan PAC JRA di Kecamatan Sukarame adalah kebutuhan pokok metode dakwah melalui ruqyah. Maka kami undang juga Pengurus Ranting NU sebagai pengurus NU, sekaligus bentuk koordinasi untuk bersama-sama menjaga, membangun dan mengembangkan dakwah Aswaja an Nahdliyyah&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua PC JRA Kota Bandar Lampung, Kiai Nurkholis, optimis MWCNU Kecamatan Sekarame mampu membentuk dan mengembangkan Ruqyah Aswaja Centre (RAC) di wilayah Sukarame ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cRAC adalah program andalan PW JRA Propinsi Lampung, dengan target 200 RAC Kecamatan se Propinsi Lampung segera terbentuk, untuk memberi solusi pengobatan pada masyarakat tentang pengobatan sunah ala Nabi, seperti ruqyah, bekam, totok dll. Dan juga komitmen untuk menjadikan Al-Quran sebagai obat pertama dan utama untuk semua makhluk,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMari kita terus istiqomah syiarkan dakwah JRA bagian dari Nahdlatul Ulama ini ke seluruh pelosok-pelosok dan gang \u2013 gang Kelurahan Kota Bandar Lampung ini yang terdiri; 20 Kecamatan, dan 126 Kelurahan ini,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akhirnya dengan proses musyawarah mufakat terbentuklah pengurus inti PAC JRA Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, Ketua, Ustaz Amir Riyadi, Sekretaris, ustaz Amirul mukminin dan Bendahara, Suprihno.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hadir dalam kegiatan tersebut; para pengurus dan praktisi PC JRA Kota Bandar Lampung, pengurus MWC NU Sukarame, Pengurus Ranting NU se Kecamatan Sukarame, warga nahdliyyin, tokoh masyarakat, dan lain \u2013 lain. (Akhmad Syarief Kurniawan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Setelah berkonsentrasi membentuk ranting \u2013 ranting Nahlatul Ulama di seluruh Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, kini seluruh stakeholder keluarga besar NU kecamatan tersebut menyasar masyarakat dakwah di perkotaan dalam sisi pengobatan yang berhaluan Aswaja an Nahdliyyah, dalam hal ini membentuk Jam&#8217;iyyah Ruqyah Aswaja (JRA). Demikian disampaikan Ketua MWCNU Sukarame, Kota Bandar Lampung, Kiai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15093,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,45],"tags":[],"class_list":["post-15092","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-ormas-dan-pesantren"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15092","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15092"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15092\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15092"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15092"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15092"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}