{"id":14349,"date":"2020-05-18T22:44:08","date_gmt":"2020-05-18T22:44:08","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=14349"},"modified":"2020-05-18T22:44:08","modified_gmt":"2020-05-18T22:44:08","slug":"opini-kelembutan-nabi-adalah-uswah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=14349","title":{"rendered":"Opini: Kelembutan Nabi Adalah Uswah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13884\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/WhatsApp-Image-2020-04-08-at-16.38.45.jpeg\" alt=\"\" width=\"470\" height=\"316\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Kelembutan Nabi Adalah Uswah<\/strong><br \/>\n<em><strong>Dr. Agus Hermanto, MHI<\/strong><\/em><br \/>\n<em>Dosen UIN Raden Intan Lampung<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika Nabi Muhammad saw., kedatangan tamu dari segerombolan Yahudi, dan mereka mengatakan (\u0627\u0644\u0633\u0627\u0645 \u064a\u0627 \u0645\u062d\u0645\u062f) kalimat ini sekilas terkesan seperti assalamualaikum ya Muhammad, tapi sesungguhnya bukan, melainkan artinya adalah racun bagimu ya Muhammad bukan leselamatan bagimu ya Muhammad.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka Aisyah marah dan menjawab dengan suara nyaring, (\u0648\u0639\u0644\u064a\u0643\u0645 \u0627\u0644\u0633\u0627\u0645 \u0648\u0627\u0644\u0644\u0639\u0646\u0629) dan bagimu racun dan laknat, maka mendengar itu kemudian Rasulullah mengatakan pada Aisyah,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(\u0645\u0647\u0644\u0627 \u064a\u0627 \u0639\u0627\u0626\u0634\u0629 \u0625\u0646 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u064a\u062d\u0628\u0651 \u0627\u0644\u0631\u0641\u0642 \u0641\u0649 \u0627\u0644\u0623\u0645\u0631 \u0643\u0644\u0647)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nabi mencoba untuk menenangkan Aisyah ra., santai ya Aisyah, sesungguhnya Allah mencintai sopan santun (perdamaian) pada setiap perkara. Kemudian Aisyah mengatakan kepada Nabi, apakah engkau tidak mendengar atas ucapan yang dilontarkan mereka? Dengan penuh kebencian, kemudian Nabi mengatakan,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(\u0642\u062f \u0642\u0644\u062a \u0648\u0639\u0644\u064a\u0643\u0645)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merupakan jawaban yang dilontarkan oleh para Yahudi, yang artinya dan untukmu juga racun. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al Bulhari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari kejadian ini sesungguhnya ada hal yang unik yang dapat kita jadikan pelajaran bagi kita dalam beragama, dalam bermuamalah kepada sesama manusia, bahkan orang yang berlainan agama yang dalam hal ini adalah Yahudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Muamalat yang diajarkan oleh Rasulullah saw adalah dengan cara kedamaian dan bukan kebencian, prinsip ini adalah prinsip wasathiyah, berfikir moderat, karena pergaulan tiada batas, dan tugas kita sesungguhnya adalah sebagai khalifah yang memakmurkan bumi, maka menebarkan kebaikan, kedamaian, ketentraman, senyuman, sapa, silaturahmi merupakan hal positif yang layak untuk kita tanamkan. Karena kebencian akan berakibat pada kebencian, kekerasan akan terbalas pada kekerasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang terpenting adalah kearifan dalam menyikapi setiap perkara lebih diutamakan dan lebih bermanfaat dan barokah. Wallahuala<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kelembutan Nabi Adalah Uswah Dr. Agus Hermanto, MHI Dosen UIN Raden Intan Lampung Ketika Nabi Muhammad saw., kedatangan tamu dari segerombolan Yahudi, dan mereka mengatakan (\u0627\u0644\u0633\u0627\u0645 \u064a\u0627 \u0645\u062d\u0645\u062f) kalimat ini sekilas terkesan seperti assalamualaikum ya Muhammad, tapi sesungguhnya bukan, melainkan artinya adalah racun bagimu ya Muhammad bukan leselamatan bagimu ya Muhammad. Maka Aisyah marah dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13884,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,44],"tags":[],"class_list":["post-14349","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-opini"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14349","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14349"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14349\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14349"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14349"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14349"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}