{"id":13019,"date":"2019-10-11T22:49:31","date_gmt":"2019-10-11T22:49:31","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=13019"},"modified":"2019-10-11T22:49:31","modified_gmt":"2019-10-11T22:49:31","slug":"mui-evaluasi-kinerja-di-berbagai-daerah-dalam-rakernas-v","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=13019","title":{"rendered":"MUI Evaluasi Kinerja di Berbagai Daerah dalam Rakernas V"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13020 aligncenter\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/DSC_0935-750x488.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"488\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lombok:<\/strong> Majelis Ulama Indonesia menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) terakhir di Lombok, Nusa Tenggara Barat, 11-13 Oktober 2019. Agenda utama Rakernas selain merumuskan rekomendasi atas beberapa isu aktual, juga mengevaluasi kinerja MUI di berbagai daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rakernas merupakan agenda tahunan MUI Pusat untuk memantapkan langkah setahun ke depan dan mengevaluasi kinerja selama setahun. Rakernas biasanya diadakan di Ibu Kota, namun tahun lalu dan tahun ini berbeda. Tahun lalu Rakernas dilaksanakan di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat sedangkan tahun ini di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cRakernas MUI tidak lain melakukan evaluasi dari rangkaian program yang telah diputuskan di Raja Ampat satu tahun ke depan dan Rakernas tahun 2019 ini adalah Rakernas terakhir menjelang Munas MUI 2020,\u201d ungkap Ketua Panitia Rakernas MUI 2019, Nadjamuddin Ramly saat memberikan sambutan Rakernas MUI 2019 di depan Masjid Nurul Bilad, Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (11\/10\/2019).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pria yang juga menjabat Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini berharap, nantinya akan ada hasil yang mencerahkan dari rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan di Rakernas ini. Semua hal, termasuk konstalasi politik, kata dia, menunggu respon MUI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDi bumi seribu masjid ini (diharapkan) ada keputusan yang mencerahkan. Tentunya setiap konstalasi politik yang genting dan penting selalu menunggu apa kata MUI,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Umum MUI, KH Ma\u2019ruf Amin yang memberikan sambutan dalam kesempatan itu mengatakan, Rakernas kali ini salah satunya bertujuan menengok kinerja MUI seluruh Indonesia. Pimpinan dari MUI Pusat terjun ke daerah-daerah untuk melakukan monitoring dan evaluasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kiai Ma\u2019ruf mengungkapkan, dirinya sudah berniat melakukan pembenahan kinerja dan tata kelola organisasi MUI se-Indonesia sejak Munas 2015 lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDalam berbagai kesempatan saya terus menyampaikan perlunya membangun prinsip yaitu melakukan perbaikan kearah yang lebih baik dan lebih baik lagi, melakukan continues improvement,\u201d katanya. (Azhar\/Anam)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok: Majelis Ulama Indonesia menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) terakhir di Lombok, Nusa Tenggara Barat, 11-13 Oktober 2019. Agenda utama Rakernas selain merumuskan rekomendasi atas beberapa isu aktual, juga mengevaluasi kinerja MUI di berbagai daerah. Rakernas merupakan agenda tahunan MUI Pusat untuk memantapkan langkah setahun ke depan dan mengevaluasi kinerja selama setahun. Rakernas biasanya diadakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13020,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-13019","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13019","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13019"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13019\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13019"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13019"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13019"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}