{"id":12613,"date":"2019-08-07T02:00:17","date_gmt":"2019-08-07T02:00:17","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=12613"},"modified":"2019-08-07T02:00:17","modified_gmt":"2019-08-07T02:00:17","slug":"pw-fatayat-nu-lampung-menjadi-narasumber-majelis-mubadalah-32","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=12613","title":{"rendered":"PW Fatayat NU Lampung menjadi Narasumber Majelis Mubadalah #32"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-12614\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-06-at-06.31.03.jpeg\" alt=\"\" width=\"643\" height=\"461\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong>\u00a0PW Fatayat NU Lampung dalam hal ini sekretaris I Sahabat Siti Wuriyan. S.Sos. I., M.Kom. I. Menjadi salah satu Narasumber pada Majelis Mubadalah #32 bersama dengan Dr. KH. Faqih Abdul Kodir, MA penulis buku Qiraah Mubadalah. Acara yang diselenggarakan oleh Kopri PC PMII UIN Raden Intan dan Kopri PKC PMII Lampung di Pondok Pesantren Al-Hikmah Bandar Lampung Pukul 20:00 s.d Selesai.\u00a0(5\/8\/2019).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam hal ini wury sapaan akrab nya menyampaikan bahwa \u201cKesetaraan dalam relasi antara laki laki dan perempuan di Indonesia saat ini belum terlaksana dengan sepenuhnya. Kontruksi sosial yang memposisikan perempuan lebih rendah dari pada laki laki dapat menghambat pemenuhan keadilan, sehingga sering kali perempuan berada pada posisi yg sulit ketika dihadapkan pada konflik dimasyarakat\u201d.<br \/>\n\u201cKonsep mubadalah pada dasarnya mengajarkan kepada kita semua untuk memandang orang lain dan diri sendiri sebagai manusia yg sama sama terhormat dimata Allah\u201d.<br \/>\nDr. Faqih melanjutkan \u201cDan barang siapa mengerjakan kebaikan, baik laki \u2013 laki atau perempuan, dan dia beriman, maka mereka semua akan masuk surge dan tidak akan dianiaya sedikitpun. Qs. An-Nisa :124\u201d<br \/>\n\u201cSecara eksplisit, arti dari qs anisa ayat 124 menyebut dua jenis kelamin yakni laki laki dan perempuan, sebagai subjek untuk menerima pesan yang terkandung. Pesan tersebut dapat menjadi prinsip mubadalah, bahwa posisi laki \u2013 laki dan perempuan dalam islam satu sama lain adalah wali. Artinya, laki \u2013 laki adalah wali perempuan, begitupun dengan perempuan adalah wali laki \u2013 laki. Dengan makna wali yakni sebagai pelindung, penolong, pendukung, penanggung jawab dan pemimpin\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">kegiatan ini bekerjasama dengan<br \/>\nKopri PKC PMII Lampung<br \/>\nKOPRI PC Bandar Lampung<br \/>\nAIS Lampung<br \/>\nPonpes Al-Hikmah<br \/>\nPerempuan Saburai<br \/>\nDamar<br \/>\nKamilah<br \/>\nPuspa Lampung<br \/>\nPW Fatayat NU Lampung<br \/>\nWomen March Lampung<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Rls)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung:\u00a0PW Fatayat NU Lampung dalam hal ini sekretaris I Sahabat Siti Wuriyan. S.Sos. I., M.Kom. I. Menjadi salah satu Narasumber pada Majelis Mubadalah #32 bersama dengan Dr. KH. Faqih Abdul Kodir, MA penulis buku Qiraah Mubadalah. Acara yang diselenggarakan oleh Kopri PC PMII UIN Raden Intan dan Kopri PKC PMII Lampung di Pondok Pesantren [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12614,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-12613","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12613","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12613"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12613\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12613"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12613"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12613"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}