{"id":12369,"date":"2019-07-10T03:29:04","date_gmt":"2019-07-10T03:29:04","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=12369"},"modified":"2019-07-10T03:29:04","modified_gmt":"2019-07-10T03:29:04","slug":"wujudkan-kejayaan-kopi-lampung-gubernur-arinal-buka-festival-kopi-lambar-dan-lakukan-peletakkan-batu-pertama-sekolah-kopi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=12369","title":{"rendered":"Wujudkan Kejayaan Kopi Lampung, Gubernur Arinal Buka Festival Kopi Lambar dan Lakukan Peletakkan Batu Pertama Sekolah Kopi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-12370\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/WhatsApp-Image-2019-07-09-at-20.48.20.jpeg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lampung Barat:<\/strong> Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bergerak cepat mewujudkan kejayaan kopi Lampung. Usai mengikuti Rakor Gubernur se-Sumatera di Bengkulu, Gubernur langsung terbang ke Festival Kopi Lampung Barat, di Kampung Kopi Rigis, Desa Rigisjaya, Kecamatan Airhitam, Lampung Barat, Selasa (9\/7\/2019).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada kesempatan itu, Gubernur membuka Festival Kopi di Lampung Barat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komitmen Gubernur Arinal dalam mengembangkan kopi ini mendapat respons masyarakat. Ribuan pengunjung yang hadir berharap Gubernur dapat memperbanyak investor kopi untuk kesejahteraan petani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Gubernur, dirinya akan terus berkomitmen mewujudkan petani Lampung Berjaya.<br \/>\n&#8220;Saya sangat berkomitmen dalam mensejahterakan petani Lampung. Tahun depan saya akan mengembangkan kopi di Lampung, yang mana biasanya produksi kopi hanya kisaran 0,78 ton\/hektar, ke depannya akan menjadi 4 ton\/hektar. Dan ini akan saya terapkan di Lampung untuk kesejahteraan petani Lampung,&#8221; ujar Arinal saat membuka festival itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Arinal menjelaskan bahwa produksi kopi Indonesia, khususnya di Lampung dapat mengalahkan produksi kopi vietnam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pada kisaran 10-15 tahun lalu Vietnam belajar tentang kopi di Lampung, namun mereka sekarang bisa menghasilkan kopi 7 ton\/hektar. Tapi belum tentu bisa segitu. Oleh karena itu, saya akan mulai mengembangkan bibit kopi Lampung menjadi 4 ton\/hektar. Dan akan disebar di beberapa wilayah Lampung seperti Lampung Barat, Tanggamus dan Way Kanan,&#8221; jelas Gubernur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gubernur Arinal menjelaskan penanaman kopi itu nantinya tidak harus ditanam di kawasan hutan, tetapi dapat ditanam dengan memanfaatkan lahan sendiri. &#8220;Insya Allah kopi kita nanti bisa berada di kawasan hutan rakyat, sehingga bisa diterapkan penggunaan teknologinya. Dan nanti bukan hanya kopi saja, tetapi coklat juga akan diterapkan yang produksinya mencapai 4 ton\/hektar,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mewujudkan komitmennya, Gubernur Arinal<br \/>\nakan menemui para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) pada bulan September 2019 mendatang untuk membicarakan permasalahan kopi Lampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya akan duduk bersama dengan para pengusaha untuk memikirkan terkait penyelesaian permasalahan kopi, mulai dari peningkatan kualitas dan kuantitas kopi, hingga harga kopi. Sehingga petani, pengusaha dan pemerintah daerah sama-sama mendapatkan keuntungan,&#8221; jelas Arinal.<\/p>\n<p>Dia juga menjelaskan bahwa dirinya telah mempersiapkan Industri Politeknik yang diperuntukkan peningkatan komoditi unggulan Lampung seperti kopi dan lainnya. &#8220;Dan untuk industri kopinya di Lampung Barat, sedangkan coklat di wilayah pesawaran,&#8221; ujar Arinal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait dengan sekolah kopi, Gubernur Arinal berharap dapat terus berkembang dan meningkatkan taraf hidup kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sekolah kopi juga diharapkan dapat menjaga kelestarian kopi lampung barat sebagai daerah sentra produksi kopi sehingga kopi tetap menjadi salah satu komoditi unggulan daerah,&#8221; harap Gubernur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam acara ini, turut hadir Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Dia menjelaskan bahwa apa yang disampaikan Gubernur Arinal terkait upaya peningkatan kopi sudah benar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi harus ada kerjasama kuat antara petani, pengusaha dan pemerintah. Ketiga pilar inilah yang nantinya akan mengendalikan dan meningkatkan mutu, harga, produksinya. Jadi 3 pilar ini harus bersama untuk membangkitkan kopi Lampung,&#8221; jelas Zulkifli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, menjelaskan bahwa Gubernur Arinal sangat berkomitmen terhadap kesejahteraan dan kejayaan petani Lampung. &#8220;Usai mengikuti Rakor Gubernur Se-Sumatera, Gubernur Arinal langsung hadir ke festival ini sebagai wujud komitmennya dalam memberikan kejayaan bagi petani Lampung,&#8221; jelas Parosil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Parosil juga menjelaskan bahwa Festival Kopi Lampung Barat merupakan wujud komitmen Pemkab Lampung Barat terhadap petani kopi. &#8220;Kegiatan ini sebagai promosi kopi robusta di Lampung Barat,&#8221; jelas Parosil. (Andira Putri Isnaini)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Barat: Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bergerak cepat mewujudkan kejayaan kopi Lampung. Usai mengikuti Rakor Gubernur se-Sumatera di Bengkulu, Gubernur langsung terbang ke Festival Kopi Lampung Barat, di Kampung Kopi Rigis, Desa Rigisjaya, Kecamatan Airhitam, Lampung Barat, Selasa (9\/7\/2019). Pada kesempatan itu, Gubernur membuka Festival Kopi di Lampung Barat. Komitmen Gubernur Arinal dalam mengembangkan kopi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12370,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-12369","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12369","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12369"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12369\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}