{"id":11833,"date":"2019-05-10T04:14:00","date_gmt":"2019-05-10T04:14:00","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=11833"},"modified":"2019-05-10T04:14:00","modified_gmt":"2019-05-10T04:14:00","slug":"ramadhan-ramadhan-bulan-yang-mulia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=11833","title":{"rendered":"(Ramadhan) Ramadhan Bulan yang Mulia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-11834 aligncenter\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/agus.jpg\" alt=\"\" width=\"411\" height=\"256\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">(Opini) Ramadhan Bulan yang Mulia<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Dr. Agus Hermanto, M.H.I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Dosen Fakultas Syari\u2019ah UIN Raden Intan Lampung<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang ketiga, sebuah kewajian yang ada di antara ibadah-ibadah yang di wajibkan oleh Allah swt., dalam Islam. Puasa merupakan bentuk ibadah kepada Allah, untuk melatih jiwa dan menahan diri dari hawa nafsu, sebuah amaliyah yang nyata, yang membutuhkan kemauan kuat (azimah). Maka dari pada itu, Allah swt., telah mewajibkan kepada umat Islam dan kepada umat-umat yang terdahulu, sebagaimana firman Allah swt., yang artinya: \u201cHai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa\u201d (QS. Al Baqarah: 183)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Rasulullah saw., selalau melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan selama satu bulan penuh, sebagai bentuk aplikasi dari perintah Allah swt., dan kemudian diajarkan kepada para sahabat tentang tata cara melaksanakan puasa dan hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya, sebagaimana sabda Rasulullah saw., \u201cSeandainya manusia mengerti tentang apa yang terkandung di bulan Ramadhan dari bentuk kemulyaan-kemulyaan, maka umatku pasti akan berharap bahwa bulan Ramadhan ada selama satu tahun penuh, kalau seandainya Allah mengijinkan langit dan bumi berbicara, maka ia pasti menjadi saksi bagi orang-orang yang menjalankan puasa, karena\u00a0 jaminannya adalah surga\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini merupakan kemuliaan yang terkandung dibulan Ramadhan, sebagaimana Rasulullah saw., bersabda \u201cSesungguhnya zakatnya badan adalah puasa, sebagaimana zakat yang mensucikan jiwa\u201d. Rasulullah saw., bersabda; \u201cBarangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (ridha Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu\u201d (HR. Bukhari). Adapun hal-hal yang\u00a0 berkenaan dengan puasa, sebagaimana dijelaskan\u00a0 oleh rasulullah saw., \u201cSesungguhnya seorang yang berpuasa pada siang hari dan menghidupkan malam hari, sedangkan ia tidak akrab dengan tetangganya, maka sesungguhnya tidak ada kebaiakan puasa dan shalat malamnya dan dia adalah ahli neraka\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda: \u201cBarangsiapa yang tidak mau meninggalkan kata-kata dusta dan beramal dengannya, maka Allah tidak lagi butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.\u201d (HR. Bukhari). Maka puasa itu dibagi pada puasanya orang umum, khusus dan, khususul khusus. 1) Puasanya orang awam\u00a0 (umum) adalah hanya mampu menahan makan dan minum serta mampu mengendalikan syahwat, 2) Puasanya orang khusus adalah mampu menjaga telinga (pendengaran), mata (penglihatan) dan lisan (perkataan), tangan, kaki dari hal-hal yang akan mendatangkan kepada kemaksiatan, 3) Ppuasa khawasul khawas adalah menahan hati dari kecintaan pada duniawiyah dan hanya mengharapkan ridha dari Allah swt.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda: Allah berfirman: \u201cSemua amal anak Adam untuknya selain puasa, puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya.\u201d (sampai di sinilah hadits qudsinya). Puasa itu perisai, maka jika kamu sedang berpuasa, janganlah berkata kotor dan berteriak-teriak. Jika ada yang memaki atau mengajak bertengkar, katakanlah, \u201cSaya sedang puasa\u201d, kemudian Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda, \u201cDemi (Allah) yang nyawa Muhammad di Tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada wangi kesturi. Bagi orang\u00a0yang berpuasa ada dua kegembiraan; kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya dengan puasanya itu.\u201d (HR. Bukhari dan Muslim). Sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas\u2019ud ra., \u201cSesungguhnya barang siapa yang berpuasa sehari di bulan Ramadhan maka akan dikeluarkan dosa-dosanya sebagaimana bayi yang baru dilahirkanoleh ibunya\u201d. <em>Wallahu A\u2019lam<\/em>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Opini) Ramadhan Bulan yang Mulia Dr. Agus Hermanto, M.H.I Dosen Fakultas Syari\u2019ah UIN Raden Intan Lampung \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang ketiga, sebuah kewajian yang ada di antara ibadah-ibadah yang di wajibkan oleh Allah swt., dalam Islam. Puasa merupakan bentuk ibadah kepada Allah, untuk melatih jiwa dan menahan diri dari hawa nafsu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11834,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,44],"tags":[],"class_list":["post-11833","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-opini"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11833","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11833"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11833\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11833"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11833"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11833"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}