{"id":1177,"date":"2016-07-11T16:01:00","date_gmt":"2016-07-11T16:01:00","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=1177"},"modified":"2016-07-11T16:01:00","modified_gmt":"2016-07-11T16:01:00","slug":"selingkuh-atau-poligami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=1177","title":{"rendered":"Selingkuh atau Poligami ?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1178 aligncenter\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/YANI-1.jpg\" alt=\"YANI 1\" width=\"525\" height=\"380\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selingkuh dan poligami sering dianggap sebagai dua sisi dalam sekeping mata\u00a0<span style=\"line-height: 1.5;\">uang. Keduanya dihubungkan dengan pengkhianatan cinta terhadap\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">pasangan. Perbedaannya, kalau selingkuh tidak dibenarkan atas nama apapun,\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">baik secara hukum agama maupun sosial. Sedangkan poligami tidak dilarang\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">oleh agama, tapi dengan syarat dan ketentuan yang diatur jelas oleh\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">al-Qur\u2019an. Namun poligami yang benar-benar mengikuti aturan agama tidak\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">mudah dilakukan, ada banyak hal-hal yang mesti dipertimbangkan.<\/span><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5;\">Rasulullah Saw bersabda: <\/span><em style=\"line-height: 1.5;\">\u201cWanita manapun yang meminta suaminya menceraikannya (tanpa alasan yang\u00a0<\/em><em style=\"line-height: 1.5;\">dibenarkan menurut syariat), maka ia diharamkan mencium wanginya syurga.\u201d<\/em><span style=\"line-height: 1.5;\">(<\/span><span style=\"line-height: 1.5;\">H.R. Ahmad dan Ibnu Majah)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam konteks ini fakta menunjukan bahwa kebanyakan perempuan saat ini\u00a0lebih takut pada hukum sosial daripada hukum agama, misalnya lebih takut\u00a0image-nya kurang bagus dimata sesama manusia daripada mendapat murka Allah\u00a0Swt karena melanggar hukum agama. Mengenai poligami, Allah Swt berfirman: <em>\u201cDan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja \u2026\u2026.\u201d<\/em> (Q.S. An-Nisa: 3 ).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau boleh dianalogikan, poligami ibarat pintu darurat (<em>emergency\u00a0exit<\/em>) dalam suatu pesawat terbang, dimana tidak boleh dibuka kecuali atas\u00a0izin pilot dalam situasi darurat. Diperkenankan duduk di kursi pintu\u00a0darurat pun harus memenuhi syarat pula, yakni orang yang mampu dan\u00a0mengetahui cara-cara membukanya, jadi bukan orang sembarangan. Begitupun\u00a0poligami, dalam situasi tertentu, justru bisa menjadi pilihan solusi bagi\u00a0sebuah perkawinan yang sedang bermasalah (misalnya sang istri sakit yang\u00a0mengakibatkan tidak bisa menunaikan kewajibannya sebagai istri atau sang\u00a0istri secara medis dinyatakan mandul).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian, poligami walaupun dalam ajaran agama Islam tidak\u00a0dilarang, namun sebaiknya hanya boleh dilakukan oleh mereka yang\u00a0benar-benar mentaati agama, memenuhi syarat dan mengetahui aturan dan\u00a0hukum-hukumnya.\u00a0Saat ini, kebanyakan masyarakat\u00a0masih memandang poligami dari sisi biologis semata\u00a0(pernikahan yang dihubungkan dengan percintaan yang romantis), sehingga\u00a0terkesan negatif.\u00a0 Padahal nilai yang lebih mulia adalah sebagai pendakian\u00a0spiritual\u00a0yakni\u00a0media untuk pengabdian kepada Allah Swt,\u00a0 apabila kesediaan\u00a0istri yang dipoligami dengan ikhlas tanpa dendam\/amarah dan memaafkan suaminya atas perlakuan yang kurang adil setiap saat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Umat Muslim tidak boleh mencibir atau menganggap rendah atau lemah wanita yang\u00a0dipoligami. Barangkali dengan dipoligami tersebut justru akan\u00a0menghantarkannya menjadi wanita sholehah, yang kelak berhak menjadi\u00a0penghuni syurga. Karena untuk meraih keimanan yang utuh tidak cukup hanya\u00a0melalui ketaatan menjalani ibadah ritual, namun ada konsistensi antara\u00a0memahami ajaran agama dengan menerapkannya dalam realitas kehidupan\u00a0sehari-hari. Keikhlasan dan kesediaan menerima ketentuan atau nasib yang sudah\u00a0ditetapkan Allah Swt merupakan wujud nyata bentuk pengabdian seorang hamba\u00a0kepada-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di zaman modern atau globalisasi saat ini banyak perempuan (bahkan muslimat)\u00a0yang masih berprinsip <em>\u201clebih baik bercerai daripada dipoligami\u201d<\/em>.\u00a0 Mirisnya\u00a0lagi banyak yang berprinsip <em>\u201ckalau cuma selingkuh-selingkuh atau main dengan\u00a0wanita lain (asal tidak diperistri) sih aku masih maklumi, tapi kalau\u00a0sampe poligami lebih baik cukup sampai disini\u201d<\/em>.\u00a0Prinsip-prinsip atau \u00a0<em>statement<\/em> seperti ini sangat memprihatinkan.\u00a0Hal\u00a0ini jelas bertentangan dengan ajaran agama Islam. \u00a0<em>Wallahu a&#8217;lam bisshowab <\/em><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr style=\"text-align: justify;\">\n<td width=\"95\">Penulis<\/td>\n<td width=\"464\">Dr.\u00a9 Suryani M. Nur, S.Sos., M.M.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: justify;\" width=\"95\">Editor<\/td>\n<td width=\"464\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Abdul Qodir Zaeani<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selingkuh dan poligami sering dianggap sebagai dua sisi dalam sekeping mata\u00a0uang. Keduanya dihubungkan dengan pengkhianatan cinta terhadap\u00a0pasangan. Perbedaannya, kalau selingkuh tidak dibenarkan atas nama apapun,\u00a0baik secara hukum agama maupun sosial. Sedangkan poligami tidak dilarang\u00a0oleh agama, tapi dengan syarat dan ketentuan yang diatur jelas oleh\u00a0al-Qur\u2019an. Namun poligami yang benar-benar mengikuti aturan agama tidak\u00a0mudah dilakukan, ada banyak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1178,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,44],"tags":[],"class_list":["post-1177","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-opini"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1177","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1177"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1177\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1177"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1177"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1177"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}