{"id":11640,"date":"2019-03-26T04:27:26","date_gmt":"2019-03-26T04:27:26","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=11640"},"modified":"2019-03-26T04:27:26","modified_gmt":"2019-03-26T04:27:26","slug":"ketum-pbnu-akan-bekali-santri-dan-warga-nu-lampung-dengan-militansi-ke-nu-an","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=11640","title":{"rendered":"Ketum PBNU akan Bekali Santri dan Warga NU Lampung dengan Militansi ke-NU-an"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-11641\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/said-aqil-dan-rokok.jpg\" alt=\"\" width=\"660\" height=\"330\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lampung Selatan:<\/strong> KH. Sholeh Bajuri selaku pengasuh Ma\u2019had Al-Ulum As-Syar\u2019iyyah Roudhotussolihin Bumi Restu, Palas, Lampung Selatan, mengungkapkan bahwa saat ini para santri harus dibekali dengan militansi ke-NU-an di tengah merebaknya paham-paham intoleran yang sangat agresif menyebarkan pahamnya khususnya melalui media sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPara santri harus menyadari bahwa saat ini banyak paham-paham radikal yang terus menggerogoti NU sehingga sudah menjadi kewajiban para santri untuk membekali diri untuk menghadapi kondisi ini,\u201d tegas Kiai Sholeh kepada NU Online, Ahad (17\/3).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj dijadwalkan hadir pada Haflah Tasyakkur Lil Ikhtitam ke-29 di Ma\u2019had tersebut, pada Rabu (27\/3\/2019) yang akan datang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKiai Said akan memberikan mauidzah hasanah kepada warga NU di Kabupaten Lampung Selatan dan pengurus-pengurus NU se-Provinsi Lampung sekaligus memberikan penguatan organisasi dan militansi warga NU khususnya para santri,\u201d ungkap Kiai Sholeh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan hadirnya Ketum PBNU langsung ke pesantrennya, KH. Sholeh Bajuri optimis para santri dan seluruh pengurus NU yang bakal hadir nantinya akan meningkat militansinya dan mendapat pencerahan serta motivasi untuk totalitas berkhidmah di NU.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kiai Sholeh menjelaskan totalitas berkhidmah bisa terlihat dari soliditas pengurus dan warga dalam Jam&#8217;iyyah diniyyah terbesar di dunia ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Warga NU harus menyatukan barisan untuk mengambil peran, baik peran agama, peran pendidikan, peran sosial, ekonomi dan peran politik yakni politik kebangsaan,&#8221; ajaknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peran ini lanjutnya sering ditekankan oleh Ketua PBNU agar kader dan warga NU berperan sehingga mampu mewujudkan kaidah Tasorruful Imam \u2018Ala Ro\u2019iyah Manutun bil Maslahah (kebijakan seorang pemimpin seharusnya berpijak mengacu pada kemaslahatan rakyatnya).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">KH. Sholeh Bajuri\u00a0 yang juga Wakil Syuriyah PWNU Provinsi Lampung ini mengatakan kegiatan Haflah akhir tahun akan dirangkai dengan berbagai kegiatan dan sebelum puncak acara Haflah akan dirangkai dengan berbagai kegiatan seperti Semaan dan Khatmil Qur\u2019an, Maulid Simthudduror, dan Khatmil Kutub dan Qur\u2019an mulai 26-27 Maret 2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMari bersama-sama hadir untuk tholabul ilmi (mencari ilmu), silaturahmi, dan meningkatkan militansi untuk menjaga Ahlussunnah wal Jama\u2019ah dan NKRI,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan: KH. Sholeh Bajuri selaku pengasuh Ma\u2019had Al-Ulum As-Syar\u2019iyyah Roudhotussolihin Bumi Restu, Palas, Lampung Selatan, mengungkapkan bahwa saat ini para santri harus dibekali dengan militansi ke-NU-an di tengah merebaknya paham-paham intoleran yang sangat agresif menyebarkan pahamnya khususnya melalui media sosial. \u201cPara santri harus menyadari bahwa saat ini banyak paham-paham radikal yang terus menggerogoti NU [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11641,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,45],"tags":[],"class_list":["post-11640","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-ormas-dan-pesantren"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11640","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11640"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11640\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11640"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11640"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11640"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}