{"id":11262,"date":"2019-01-01T02:32:49","date_gmt":"2019-01-01T02:32:49","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=11262"},"modified":"2019-01-01T02:32:49","modified_gmt":"2019-01-01T02:32:49","slug":"inilah-pesan-gubernur-pada-milad-ke-44-tahun-mui-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=11262","title":{"rendered":"Inilah Pesan Gubernur Pada Milad ke-44 Tahun MUI Lampung"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-11263\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/images-8.jpeg\" alt=\"\" width=\"733\" height=\"419\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo yang dalam kesempatan ini diwakili oleh ketua Biro Kesejahteraan Sosial Ratna Dewi untuk menyampaikan pesan Gubernur Lampung itu dalam acara Milad ke-44 tahun Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung, pada Kamis (27\/12\/2018) di Hotel Marcopolo Bandar Lampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ratna Dewi menyampaikan pesan Gubernur untuk MUI Lampung yang diharapkan agar bisa menjadi pendorong untuk menciptakan kehidupan yang tentram dan damai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSeperti yang diketahui bersama sebagai instansi yang dilahirkan oleh para ulama, zu\u2019ama dan para cendekiawan muslim, MUI diharapkan menjadi pendorong bagi terciptanya kehidupan bermasyarakat, bernegara, yang tentram dan damai yaitu dengan berupaya menjaga dan memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa melalui program-program yang berorientasi pada penanaman kesadaran tentang hak dan kewajiban setiap warga negara Indonesia persatuan kehidupan bermasyarakat dan bernegara,\u201d pesan Ridho disampaikan Ketua Biro Kesejahteraan Sosial itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ridho juga berpesan agar para ulama dan umara\u2019 harus memberi contoh teladan yang baik serta mengajak untuk selalu berprasangka baik apalagi dalam berdakwah harus menciptakan suasana yang bisa mendamaikan serta memberi kesejukan pada umat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPara ulama dan umara\u2019 harus memberi contoh teladan yang baik dan berada dibarisan terdepan dalam mengupayakan perbaikan kehidupan berbangsa yang lebih tinggi baik bagi para ulama serta para pemuka agama lainnya harus berani mengambil peran dan tanggung jawab dalam setiap penanggulangan krisis yang bernuansa spiritual dan kerohanian,\u201d ujar Ratna membacakan pesan Ridho.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHal yang terpenting marilah kita bersama-sama selalu berprasangka baik, jangan gampang curiga, jangan mudah berprasangka buruk, jangan mencaci maki, jangan membuat kebencian, begitupun dalam berdakwah harus ramah, menentramkan, mendamaikan, dan memberikan kesejukan kepada para umat,\u201d sambung Ratna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Acara Milad MUI ke 44, dalam kesempatan ini selain dihadiri oleh pengurus MUI Lampung, turut hadir juga Dewan Pimpinan Pusat MUI Dr. Muhamad Sodikun, Gubernur Lampung diwakili oleh Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Lampung Ibu Ratna Dewi, Kapolda Lampung, Danrem, DPRD Provinsi, Kesbangpol, Kepala BI atau yang mewakili Budi Harjo Setiawan, Kepala Kantor Kementerian Agama, Bapak bupati atau walikota atau yang mewakili, Ketua-ketua MUI se Provinsi Lampung, Dewan pertimbangan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ormas. (Hanivah\/Abdul Qodir Zaelani)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo yang dalam kesempatan ini diwakili oleh ketua Biro Kesejahteraan Sosial Ratna Dewi untuk menyampaikan pesan Gubernur Lampung itu dalam acara Milad ke-44 tahun Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung, pada Kamis (27\/12\/2018) di Hotel Marcopolo Bandar Lampung. Ratna Dewi menyampaikan pesan Gubernur untuk MUI Lampung yang diharapkan agar bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11263,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-11262","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11262"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11262\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}