{"id":11110,"date":"2018-12-16T14:32:24","date_gmt":"2018-12-16T14:32:24","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=11110"},"modified":"2018-12-16T14:32:24","modified_gmt":"2018-12-16T14:32:24","slug":"pmii-lampung-tengah-radikalisme-di-kalangan-masyarat-di-cegah-sedini-mungkin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=11110","title":{"rendered":"PMII Lampung Tengah: Radikalisme di Kalangan Masyarat di Cegah Sedini Mungkin"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-11111\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/20181216_213026.jpg\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"820\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lampung Tengah:<\/strong> Bertempat di Aula Balai Kampung Bangunrejo KecamatanBangunrejo, keluarga besar Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI)Komisariat STIT Bustanul Ulum Kabupaten Lampung Tengah, menggelar diskusitangkal radikalisme di kalangan remaja, mahasiswa dan pemuda, Selasa (11\/12) siang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua KOPRI Komisariat STIT Bustanul Ulum Kabupaten Lampung Tengah, NurlelaSari, menyampaikan terima kasih atas kerjasama dengan digelar diskusi ini. Adapuntema yang besar diskusi ini adalah \u201cGerakan Pemuda Menangkal Radikalisme diEra Millenial\u201d.<br \/>\n\u201c dan alhamdulillah para elemen masyarakat yang hadir pada agenda diskusi cukupmeriah, kami ucapkan terima kasih kepada; Ketua KOPRI PC PMII Kabupaten LampungTengah, Sulis Wahyuningsih, MWCNU Bangunejo, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU,PMII Komisariat STAI Maarif Kalirejo, IPNU, IPPNU,<br \/>\nCamat Bangunrejo, Kepala Kampung Bangunrejo, utusan Karang Taruna, MahasiswaAkademi Komunitas Negeri Kabupaten Lampung Tengah, Mahasiswa STIT Bustanul UlumKabupaten Lampung Tengah, utusan SMA\/MA Sederajat se Kecamatan Bangunrejo, Kecamatan Padang ratu dan lain \u2013 lain\u201d, tutupnya.<br \/>\nPengamat Radikalisme sekaligus Wakil Ketua PWNU Provinsi Lampung, Kiai Abdul Syukur, menyampaikan, memaparkan sejarah munculnya radikalismedan fundamentalisme mulai dari nasional maupun internasional metode perekrutan,cara penggalangan dana kaum radikal mulai dari cara-cara biasa hingga carakriminal, model doktrinisasi, perekrutan di tingkatan remaja dan mahasiswaserta menggap Indonesia ini masih negara kafir.<br \/>\nKetua PC PMII Kabupaten Lampung Tengah, M. Muflihudin, disela \u2013 sela diskusimenyampaikan, PMII Kabupaten Lampung Tengah siap menjadi garda terdepan melawanradikalisme, bersinergi dengan Polri, TNI, serta Pemerintah Daerah KabupatenLampung Tengah. \u201cdan juga yang tak kalah penting adalah akan terus mengkoordinasi semuaOKP-OKP di Kabupaten Lampung Tengah, untuk menjaga kondusifitas persatuan dan kesatuanNegara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kita minimalisir dan kita cegahradikalisme dikalangan masyarakat sedini mungkin &#8221; tutup alumnus STITBustanul Ulum Kabupaten Lampung Tengah ini.<br \/>\nKetua KOPRI Komisariat STAI Ma\u2019arif Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah, InsiyahSabili Rohmah, mengapresiasi diskusi yang digagas sahabati \u2013 sahabati KOPRI KomisariatSTIT Bustanul Ulum ini sangat penting dan kontekstual, peran remaja, mahasiswa,pemuda dituntut harus sangat jeli dan waspada dengan gejala \u2013 gejala radikalisme.<br \/>\nSelain Kiai Abdul Syukur, para pembicara lain pada diskusi ini adalah, Aktivis Eks Komandan, NII Ken Setiawan, utusanPolda Lampung, AKP Adit, Aktivis muda NU sekaligus pegiat Literasi Kabupaten LampungTengah, Gus Syaiful Anwar. (Akhmad Syarief Kurniawan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Tengah: Bertempat di Aula Balai Kampung Bangunrejo KecamatanBangunrejo, keluarga besar Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI)Komisariat STIT Bustanul Ulum Kabupaten Lampung Tengah, menggelar diskusitangkal radikalisme di kalangan remaja, mahasiswa dan pemuda, Selasa (11\/12) siang. Ketua KOPRI Komisariat STIT Bustanul Ulum Kabupaten Lampung Tengah, NurlelaSari, menyampaikan terima kasih atas kerjasama dengan digelar diskusi ini. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11111,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-11110","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11110","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11110"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11110\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11110"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11110"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11110"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}