{"id":1105,"date":"2016-07-05T09:05:35","date_gmt":"2016-07-05T09:05:35","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=1105"},"modified":"2016-07-05T09:05:35","modified_gmt":"2016-07-05T09:05:35","slug":"munculnya-khawarij-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=1105","title":{"rendered":"Munculnya Khawarij Modern"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1106 aligncenter\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/khawarji.jpg\" alt=\"khawarji\" width=\"420\" height=\"280\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menjelang hari raya Idul Fitri, umat Islam di <em>seantero<\/em> dunia dikejutkan\u00a0dengan aksi teror di Madinah.<!--more--> Menyusul kemudian aksi bom bunuh diri di\u00a0Surakarta di tempat yang sedianya digunakan untuk shalat Id. Dari sederet\u00a0aksi terorisme sejak lampau selalu diatasnamakan jihad Islam. Walaupun kita\u00a0tidak sepenuhnya yakin bahwa mereka benar-benar membela kepentingan Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun yang jelas tindakan mereka justeru menyudutkan umat Islam. Padahal\u00a0Islam adalah agama yang mulia dan tidak identik dengan <em>sparatisme<\/em> atau\u00a0pemberontakan (<em>bughat<\/em>).\u00a0Islam telah mengharamkan (<em>bughat<\/em>) terorisme. Kendatipun demikian dalam\u00a0sejarah selalu saja muncul kelompok-kelompok ekstrem.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mereka\u00a0mengatasnamakan jihad untuk membela kebenaran. Kedok inilah yang membuat\u00a0kelompok ekstremis ini selalu muncul di setiap masa. Oleh karena itu,\u00a0penting bagi kita untuk menengok sejarah cikal-bakal munculnya\u00a0kelompok-kelompok pemberontak ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pesan Nabi Saw Tentang Khawarij<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Khawarij adalah kelompok <em>(firqoh<\/em>) di dalam Islam yang memiliki sifat merasa\u00a0paling benar sendiri, mereka berkeyakinan bahwa merekalah yang paling\u00a0beriman, paling sunnah dan paling bertaqwa. Sehingga keyakinan ini\u00a0memunculkan sikap ekstrem. Seperti mengharuskan semua orang sepaham\u00a0dengannya dan menyalahkan siapapun yang tidak sependapat dengan mereka.\u00a0Bahkan tidak jarang mereka mengkafirkan dan menghalalkan darah sesama\u00a0muslim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sejarah Islam pemberontakan dimulai oleh Dzul Khuwaishirah. Al-Imam\u00a0Ibnul Jauzi berkata dalam kitabnya <em>Talbiis Iblis<\/em>: <em>\u201cKhawarij yang\u00a0pertama dan paling jelek adalah Dzul Khuwaishirah.\u201d<\/em> Sebenarnya siapa orang\u00a0ini?. Imam al-Bukhari telah meriwayatkan dari Abu Sa\u2019id al-Khudri, bahwa ia\u00a0berkata:\u00a0<em>\u201cAli pernah mengirim sepotong emas dalam kantong kulit yang telah disamak\u00a0dari Yaman kepada Rasulullah Saw, dan emas itu belum dibersihkan dari\u00a0kotorannya. Maka Nabi Saw membaginya kepada empat orang: \u2018Uyainah bin Badr,<\/em><em><br \/>\n<em>Aqra\u2019 bin Habis, Zaid al-Khail, dan \u2018Alqamah atau \u2018Amir bin ath-Thufail.\u00a0Maka, seseorang dari sahabat mereka mengatakan: \u201cKami lebih berhak dengan\u00a0(harta) ini dibanding mereka.\u201d<\/em><\/em> Ucapan itu sampai kepada Nabi Saw, maka\u00a0beliau bersabda:\u00a0<em>\u201cApakah kalian tidak percaya kepadaku, padahal aku adalah kepercayaan Dzat\u00a0yang ada di langit (yakni Allah), wahyu turun kepadaku dari langit di waktu\u00a0pagi dan sore.\u201d<\/em> (Shahih Al-Bukhari, no. 4351 dan Shahih Muslim, no. 1064)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian datanglah seorang laki-laki yang cekung kedua matanya, menonjol\u00a0bagian atas kedua pipinya, menonjol kedua dahinya, lebat jenggotnya, botak\u00a0kepalanya dan tergulung sarungnya. Orang itu berkata: <em>\u201cBertaqwalah kepada\u00a0Allah, wahai Rasulullah!\u201d<\/em>, Maka Rasulullah Saw menjawab: <em>\u201cCelakalah\u00a0engkau! Bukankah aku manusia yang paling takwa kepada Allah di muka bumi?!\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian orang itu pergi. Maka Khalid bin Walid berkata: <em>\u201cWahai\u00a0Rasulullah, apakah harus aku penggal lehernya?\u201d<\/em>, Nabi Saw bersabda: <em>\u201cJangan,\u00a0dia masih shalat (yakni masih Muslim).\u201d<\/em> Khalid berkata: <em>\u201cBerapa banyak\u00a0orang yang shalat berucap dengan lisannya (syahadat) ternyata bertentangan\u00a0dengan isi hatinya.\u201d<\/em> Nabi Saw menjawab: <em>\u201cAku tidak diperintahkan untuk\u00a0mengorek isi hati manusia dan membelah dada-dada mereka.\u201d<\/em> Kemudian Nabi Saw\u00a0melihat kepada orang itu seraya bersabda:\u00a0<em>\u201cSesungguhnya akan keluar dari keturunan orang ini sekelompok kaum yang\u00a0membaca Kitabullah (al-Qur\u2019an) secara kontinyu namun tidak melampaui\u00a0tenggorokan mereka. Mereka melesat (keluar) dari (batas-batas) agama\u00a0layaknya anak panah yang melesat menuju (sasaran) buruannya.\u201d<\/em> Dan beliau\u00a0bersabda lagi: <em>\u201cJika aku menjumpai mereka (lagi), niscaya aku akan bunuh\u00a0mereka seperti dibunuhnya kaum Tsamud\u201d<\/em> (Shahih Al-Bukhari, no. 4351,\u00a07432; Shahih Muslim, no. 1064; Sunan Abi Dawud, no. 4764)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Imam Ibnul Jauzi berkata: <em>\u201cOrang itu dikenal dengan nama Dzul Khuwaishirah\u00a0at-Tamimi. Dia adalah Khawarij pertama dalam Islam. Dia merasa puas dengan\u00a0pendapatnya sendiri. Seandainya dia berilmu, tentu dia akan mengetahui\u00a0bahwa tidak ada pendapat yang lebih tinggi dari pendapat Rasulullah Saw.\u00a0Rasulullah Saw bersabda: \u201cKhawarij adalah anjing-anjing (penghuni)\u00a0Neraka\u201d <\/em>(Musnad Ahmad (IV\/355).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Ciri-Ciri Khawarij<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rasulullah Saw bersabda: <em>\u201cAkan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang\u00a0masih muda umurnya tapi bodoh pemikirannya. Mereka berbicara seperti\u00a0perkataan Nabi Saw (khairil-bariyyah). Sebenarnya keimanan mereka tidak\u00a0melewati tenggorokannya. Mereka keluar dari (prinsip) agama ini seperti\u00a0keluarnya anak panah dari busurnya. Di mana saja kalian temui mereka,\u00a0bunuhlah mereka. Sesungguhnya membunuh mereka akan mendapatkan pahala pada\u00a0hari kiamat.\u201d<\/em> (Shahih Al-Bukhari, no. 3342 dan Shahih Muslim, no. 1771).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan hadits ini cirri-ciri mereka antara lain: (1) Mereka adalah\u00a0sekelompok pemuda yang semangatnya menggebu-gebu, tapi pemahaman mereka\u00a0dangkal sekali. Boleh jadi mereka cerdas, tetapi sebenarnya awam tehadap\u00a0ajaran agama; (2) Mereka tampaknya fasih berbicara mengatas-namakan\u00a0al-Qur\u2019an dan Sunnah, membela hadits Nabi Saw (<em>khairil bariyyah<\/em>). Tetapi\u00a0sebenarnya mereka tidak paham dengan al-Qur\u2019an dan Sunnah; (3) Iman\u00a0mereka sebenarnya belum tertanam di hati, agamanya hanya sebatas\u00a0ditenggorokan saja. Sebaliknya di hati mereka tersimpan keyakinan merasa\u00a0paling benar dan sehingganya mereka mudah mengkafirkan orang lain; (4)\u00a0Mereka dengan cepatnya keluar dari ajaran agama ini seperti anak panah\u00a0keluar dari busurnya. Maksudnya saat mereka mengaku beriman dan membela\u00a0Islam, maka sesaat kemudian mereka melakukan kekufuran, yakni membunuh\u00a0orang-orang muslim, menciptakan kekacauan, memberontak, dan aksi-aksi teror\u00a0yang lainnya. Padahal itu semua tidak sesuai dengan ajaran Islam; (5)\u00a0Nabi Saw memerintahkan agar kita memerangi mereka dan barang siapa yang\u00a0memerangi mereka akan mendapat pahala yang sangat besar pada hari kiamat\u00a0nanti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada hadits yang lain juga disebutkan bahwa: <em>\u201c&#8230;.Mereka akan meremehkan\u00a0atau mencela amalan kalian dibandingkan dengan amalan mereka, Mereka\u00a0membunuh orang-orang Islam, oleh karenanya jika mereka mucul, maka bunuhlah\u00a0mereka (diulangi beliau hingga 3 kali). Dan beruntunglah orang yang\u00a0membunuh mereka,\u201d<\/em> (Musnad Ahmad, no. 5306)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan hadits ini aliran juga memiliki dua cirri, yakni: (1) Mereka\u00a0suka mencela dan menyalahkan amalan sesame muslim yang berbeda dengan\u00a0keyakinan mereka. Fenomena ini tampak dalam bentuk <em>takfir<\/em> (menuduh kafir\u00a0saudara muslimnya sendiri), <em>tabdi<\/em>\u2019 (menuduh <em>bid\u2019ah<\/em>), menuduh sesat dan\u00a0bentuk-bentuk pencelaan yang lainnya. Dan (2) Mereka menyerukan <em>jihad<\/em>\u00a0dan <em>qital<\/em> (perang) melawan orang kafir, tetapi ternyata mereka malah\u00a0memerangi orang-orang Islam itu sendiri. Mereka memberontak pemerintahan muslim dan membuat kekacauan di tengah umat Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jadilah Umat Moderat<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika kita menghubungkan fenomena khawarij dimasa awal Islam dengan\u00a0aksi-aksi terorisme dewasa ini, maka dapatlah kita katakana bahwa khawari\u00a0\u201c<em>versi<\/em>\u201d modern telah muncul.\u00a0Agar kita terhindar dari paham dan <em>firqoh khawarij<\/em>, maka harus bermula dari\u00a0pemahaman yang moderat, menghargai perbedaan pendapat dan tidak merasa\u00a0paling benar. Bersikap moderat adalah sikap muslim sesungguhnya dan ini<br \/>\nmerupakan akhlak yang sangat disukai oleh Allah Swt. Sebagaimana firman\u00a0Allah Swt: <em>\u201cDan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat\u00a0Islam), umat pertengahan (moderat dan adil)\u201d<\/em> (Q.S. al-Baqarah: 143)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mari kita hindari sikap yang egois, merasa benar sendiri, dan cara-cara\u00a0yang mencari-cari kesalahan orang lain. Allah Swt., telah menegaskan bahwa\u00a0yang merusak sendi-sendi agama, umat atau masyarakat adalah egoisme (QS.\u00a0Al-Mu&#8217;minun: 52-53). <em>Egoisme<\/em> adalah sumber perpecahan dan sengketa.\u00a0Egoisme disini khusus kita defenisikan sebagai sikap merasa bangga terhadap\u00a0diri sendiri, merasa paling benar dan menyalahkan\u00a0 orang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nabi Saw sendiri\u00a0 menegaskan bahwa: <em>\u201cKetika setan telah berputus asa untuk\u00a0menjadikan manusia penyembah iblis, maka mereka menggoda manusia berpecah\u00a0belah antar sesama. Setan menyusupkan rasa bangga terhadap diri mereka\u00a0masing-masing dan kedengkian terhadap kelompok yang lain\u201d<\/em> (HR. Al-Bukhari).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<table style=\"height: 108px;\" width=\"896\">\n<tbody>\n<tr style=\"text-align: justify;\">\n<td width=\"76\">Penulis<\/td>\n<td width=\"483\">H Suparman Abdul Karim\u00a0(Ketua LDNU Lampung dan Komisi Dakwah MUI Propinsi Lampung)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: justify;\" width=\"76\">Editor<\/td>\n<td width=\"483\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Rudi Santoso<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjelang hari raya Idul Fitri, umat Islam di seantero dunia dikejutkan\u00a0dengan aksi teror di Madinah.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1106,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,44],"tags":[],"class_list":["post-1105","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-opini"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1105"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1105\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}