{"id":10938,"date":"2018-12-01T16:31:01","date_gmt":"2018-12-01T16:31:01","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=10938"},"modified":"2018-12-01T16:31:01","modified_gmt":"2018-12-01T16:31:01","slug":"inilah-para-ketua-baru-mui-kecamatan-di-kabupaten-pringsewu-masa-khidmah-2018-2023","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=10938","title":{"rendered":"Inilah Para Ketua Baru MUI Kecamatan di Kabupaten Pringsewu Masa Khidmah 2018-2023"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-10939\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/IMG-20181201-WA0090.jpg\" alt=\"\" width=\"1032\" height=\"774\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pringsewu:<\/strong> Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pringsewu melakukan Musyawarah Kecamatan (Muscam) MUI di seluruh Kecamatan yang ada di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Muscam yang digelar terjadwal pada bulan November dan Desember 2018 ini dilaksanakan untuk menata kembali kepengurusan MUI kecamatan yang berakhir serentak pada tahun 2018 ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rangkaian Muscam yang diawali di kecamatan Pardasuka dan berakhir di Kecamatan Banyumas ini memilih kepengurusan masa khidmah 2018-2023.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Umum MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali mengatakan bahwa dengan Muscam kepengurusan MUI di level kecamatan ini akan memaksimalkan peran MUI sampai dengan tingkat bawah yakni masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sebagai amanat organisasi kita bentuk MUI ditingkat kecamatan untuk periode 5 tahun kedepan. Sebagai payung besar organisasi umat Islam, MUI harus mampu mengayomi dan menunjukkan perannya untuk menyatukan umat Islam dengan dasar UUD 45 dan Pancasila dalam bingkai NKRI,&#8221; ungkapnya saat hadir di Muscam MUI Banyumas, Sabtu (1\/12).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">MUI merupakan wadah berkumpulnya para ulama, zuama dan cendikiawan muslim. MUI adalah mitra pemerintah disetiap levelnya yang harus saling bersinergi. Oleh karenanya ia berharap ketua MUI kecamatan yang terpilih mampu menjalin komunikasi baik dengan unsur pimpinan kecamatan (uspika) di daerahnya masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut nama Ketua MUI Kecamatan se-Kabupaten Pringsewu masa khidmah 2018-2023 yang terpilih melalui Muscam MUI:<br \/>\nKecamatan Pardasuka: KH Santibi<br \/>\nKecamatan Pringsewu: Dr. KH Abdul Hamid<br \/>\nKecamatan Gadingrejo: KH Abdul Kholiq<br \/>\nKecamatan Pagelaran: KH Mukasir Tabian<br \/>\nKecamatan Sukoharjo: KH Sutarto M Idris<br \/>\nKecamatan Adiluwih: KH Imam Syafi&#8217;i<br \/>\nKecamatan Pagelaran Utara: KH Basori<br \/>\nKecamatan Ambarawa: Ustad Muhammad Haris<br \/>\nKecamatan Banyumas: KH Halimi Haas( Muhammad Faizin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pringsewu: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pringsewu melakukan Musyawarah Kecamatan (Muscam) MUI di seluruh Kecamatan yang ada di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini. Muscam yang digelar terjadwal pada bulan November dan Desember 2018 ini dilaksanakan untuk menata kembali kepengurusan MUI kecamatan yang berakhir serentak pada tahun 2018 ini. Rangkaian Muscam yang diawali di kecamatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10939,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-10938","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10938","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10938"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10938\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10938"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10938"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10938"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}