{"id":10683,"date":"2018-11-11T01:15:56","date_gmt":"2018-11-11T01:15:56","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=10683"},"modified":"2018-11-11T01:15:56","modified_gmt":"2018-11-11T01:15:56","slug":"act-lampung-terjunkan-tim-emergency-responce-banjir-pekon-umbar-tanggamus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=10683","title":{"rendered":"ACT Lampung Terjunkan Tim Emergency Responce Banjir Pekon Umbar Tanggamus"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-10684\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/IMG-20181109-WA0056.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"788\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Tanggamus:<\/b> Curah hujan yang cukup tinggi dan intensitas yang lama mulai dari sore hingga malam menyebabkan banjir bandang di Pekon Umbar Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus pada Kamis (08\/11\/2018) dini hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banjir yang menerjang malam hingga dini hari tersebut menyebabkan 1 orang korban jiwa dan menghanyutkan sedikitnya 22 rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu Banjir juga merusak 144 rumah dan merendam sekitar 300 rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti dilansir dari laman resmi Kabupaten Tanggamus, akses jalan perbatasan Cukuh Balak dan Kelumbayan Barat sempat terhalang longsoran tanah dan pohon tumbang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini menyulitkan akses menuju titik banjir untuk pengiriman logistik dan evakuasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu korban terseret arus banjir diketahui bernama Bi Acik berusia 60 tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga Kamis sore (08\/11) satu dusun dan sejumlah pedukuhan masih terisolasi.<br \/>\nSatu jembatan gantung putus, jalan tertutup longsor, listrik padam, sejumlah sepeda motor hanyut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi kejadian Banjir tersebut, tim Emergency Responce ACT Lampung bergerak menuju titik banjir pada Jum\u2019at pagi (09\/11).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bersama beberapa relawan dari Grab Pesawaran Lampung (GPL) dan Perwakilan Himpunan Mahasiwa Kelumbayan (HIMKA) berangkat dari Pahoman Bandar Lampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rencananya tim Emergency Responce akan melalui jalur Tanjung karang, Hanura, Padang Cermin, Way Ratai, Jatiringin, Batu Patah dan jalur menuju Pekon Umbar Kelumbayan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa logistik awal yang dibawa seperti paket nasi yang berasal dari Komunitas Sedekah Nasi Bandar Lampung, Roti, Susu dan beberapa bahan makanan yang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim juga akan mendata kebutuhan masyarakat terdampak banjir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu beberapa komunitas di Bandar Lampung sudah menyatakan siap terjun ke jalan untuk menggerakan kepedulian masyarakat. (Rudi Santoso)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanggamus: Curah hujan yang cukup tinggi dan intensitas yang lama mulai dari sore hingga malam menyebabkan banjir bandang di Pekon Umbar Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus pada Kamis (08\/11\/2018) dini hari. Banjir yang menerjang malam hingga dini hari tersebut menyebabkan 1 orang korban jiwa dan menghanyutkan sedikitnya 22 rumah. Selain itu Banjir juga merusak 144 rumah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10684,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-10683","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10683"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10683\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}