{"id":10524,"date":"2018-10-30T11:35:23","date_gmt":"2018-10-30T11:35:23","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=10524"},"modified":"2018-10-30T11:35:23","modified_gmt":"2018-10-30T11:35:23","slug":"kuatkan-spirit-nasionalisme-pc-ipnu-ippnu-pesawaran-gelar-kemah-santri-dan-pelajar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=10524","title":{"rendered":"Kuatkan Spirit Nasionalisme PC IPNU IPPNU Pesawaran Gelar Kemah Santri dan Pelajar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-10505\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/20181030_171809.jpg\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"764\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pesawaran:<\/strong> Perkemahan santri dan pelajar yang digelar oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke-4, serta pelantikan Pengurus Cabang Ipnu Ippnu kemudian memperingati Hari Sumpah Pemuda, diadakan di Desa kresno widodo, Tegineneng, Pesawaran, pada 26-28 Oktober 2018.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkemahan diisi dengan berbagai cabang perlombaan, diantaranya LCT Keislaman dan Kebangsaan, lomba puisi keagamaan, Hasta Karya, Mars Ipnu Ippnu,\u00a0 Mars Syubanul Wathon, dan Tilawatil Qur&#8217;an.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun peserta berasal dari kalangan santri dan pelajar, mencakup beberapa sekolah dan pondok pesantren diantaranya yaitu, Ponpes Sunan Kalijaga Karangrejo, Perguruan Tinggi Diniyyah Putri, MTs Qomarul Hidayah, SMK Islam Adiluwih, MTs At-taqwa, MTs Roudhotul Huda Al-islamy, dan MA Roudhotul Huda Al-islamy.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkemahan di hari kedua, diisi dengan senam pagi, jalan sehat dan sosialisasi Ipnu Ippnu oleh PW Ipnu Ippnu Lampung. Kemudian berlangsung kegiatan lomba dengan berbagai cabang perlombaan, pada sabtu (27\/10\/2018).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkemahan berakhir pada Minggu (28\/10\/2018) dengan\u00a0 prosesi penutupan berupa rangkaian upacara peringatan hari sumpah pemuda dan pengumuman hasil lomba, serta pembagaian piala dan seritifikat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekretaris pelaksana Abdul Miftachuddin memberikan pesan, bahwasannya kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari para ulama dan santri.\u00a0 Karena memang tidak hanya tentara yang berperang melawan penjajah,\u00a0 akan tetapi banyak ulama dan santri yang tercatat ikut serta dalam beperang melawan penjajah dimuka bumi ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Untuk itu, PC Ipnu Ippnu Pesawaran mengadakan perkemahan santri dan pelajar guna untuk memeriahkan Hari Santri Nasional kabupaten Pesawaran.\u00a0 Yakni,\u00a0 agar santri tetap konsisten menjaga perdamaian, keseimbangan, dan selalu mengawal kokohnya negara kesatuan Republik Indonesia,\u00a0 terutama untuk mengingat kembali sejarah Resolusi Jihad yang dicetus oleh pendiri NU KH.\u00a0 Hasyim Asy&#8217;ari,\u00a0 pada tanggal 22 Oktober 1945 di Surabaya.\u00a0 Guna mencegah kembalinya tentara Kolonial Belanda yang mengatasnamakan NICA,&#8221; ujar Miftachuddin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Perkemahan ini juga diselenggarakan sebagai ajang ukhuwah islamiyah dan lomba bagi santri maupun pelajar,\u00a0 dan merupakan wadah untuk penambah wawasan, meningkatkan rasa pengabdian untuk masyarakat,\u00a0serta ditujukan untuk menguatkan spirit nasionalisme, dan cinta tanah air. Mari rapatkan barisan, cegah perpecahan, maka Bersama Santri Damailah Negeri,&#8221; tambah sekretaris pelaksana. (Fika\/Hanivah)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran: Perkemahan santri dan pelajar yang digelar oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke-4, serta pelantikan Pengurus Cabang Ipnu Ippnu kemudian memperingati Hari Sumpah Pemuda, diadakan di Desa kresno widodo, Tegineneng, Pesawaran, pada 26-28 Oktober 2018. Perkemahan diisi dengan berbagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10505,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-10524","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10524","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10524"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10524\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10524"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10524"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10524"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}