{"id":10465,"date":"2018-10-24T01:25:54","date_gmt":"2018-10-24T01:25:54","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=10465"},"modified":"2018-10-24T01:25:54","modified_gmt":"2018-10-24T01:25:54","slug":"prof-mukri-tanpa-santri-indonesia-bisa-bergejolak-seperti-timur-tengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=10465","title":{"rendered":"Prof. Mukri: Tanpa Santri, Indonesia Bisa Bergejolak seperti Timur Tengah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-10466\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/WhatsApp-Image-2018-10-24-at-08.22.59.jpeg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"682\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung Prof.Dr.H.Moh.Mukri,M.Ag menyampaikan, Islam di Indonesia saat ini sedang dihadapkan dengan paham-paham baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dAndaikan tidak ada santri, pasti bisa terjadi gejolak seperti di Timur Tengah,\u201d katanya saat saat apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-4 tahun 2018, Senin (22\/10\/2018).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya saat ini, santri tidak hanya bisa baca kitab kuning, tetapi juga mengamalkan hubbul wathon minal iman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dKarena itu, jiwa santri cinta pada tanah air,\u201d katanya<br \/>\ndi halaman rektorat UIN dihadapan seluruh sivitas akademika.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang menarik, peserta peringatan HSN mengenakan sarung, baju putih, dan kopiah hitam bagi laki-laki dan perempuan menyesuaikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prof.Mukri dalam kesempatan itu juga mengingatkan kepada peserta agar momentum HSN menjadi wujud refleksi dan rasa syukur atas perjuangan para pahlawan serta pendiri bangsa.<\/p>\n<p>Selain itu, ia mengajak untuk tetap setia dan menjaga ideologi bangsa serta dasar negara yakni pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan bhinneka tunggal ika.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah derasnya arus informasi saat ini, rektor juga menghimbau untuk tidak terjebak dengan fitnah dan berita bohong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dKalau saat ini ada fitnah, hoaks, kita jangan sampai ikut-ikutan. Kita harus menjadi penengah dan cerdas dalam memilah dan menyebar informasi,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">HSN 2018 mengangkat tema Bersama Santri Damailah Negeri. HSN ditetapkan pada 22 Oktober 2015 dan disahkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui Keppres Nomor 22 tahun 2015. (Taufik Rohman\/Hanivah)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung Prof.Dr.H.Moh.Mukri,M.Ag menyampaikan, Islam di Indonesia saat ini sedang dihadapkan dengan paham-paham baru. \u201dAndaikan tidak ada santri, pasti bisa terjadi gejolak seperti di Timur Tengah,\u201d katanya saat saat apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-4 tahun 2018, Senin (22\/10\/2018). Menurutnya saat ini, santri tidak hanya bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10466,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,45],"tags":[],"class_list":["post-10465","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-ormas-dan-pesantren"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10465"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10465\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}