{"id":1035,"date":"2016-07-02T11:50:06","date_gmt":"2016-07-02T11:50:06","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=1035"},"modified":"2016-07-02T11:50:06","modified_gmt":"2016-07-02T11:50:06","slug":"terjemahkan-visi-fatayat-lampung-ajak-masyarakat-terlibat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=1035","title":{"rendered":"Terjemahkan Visi, Fatayat Lampung Ajak Masyarakat Terlibat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1036 aligncenter\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Khalida-Ketua-PW-Fatayat-NU-Lampung.jpg\" alt=\"Khalida Ketua PW Fatayat NU Lampung\" width=\"720\" height=\"576\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bandar Lampung: Visi Fatayat NU adalah penghapusan kekerasan,\u00a0ketidakadilan dan kemiskinan dalam masyarakat dengan mengembangkan wacana\u00a0kehidupan sosial yang konstruktif serta berkeadilan gender.<!--more-->\u00a0Pasca Kongres Fatayat NU di Jawa Timur, langkah kongkrit dilakukan\u00a0dalam mengimplementasikan salah satu visi dimaksud adalah dengan langsung\u00a0mengadakan penyuluhan hukum tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)\u00a0terhadap perempuan.\u00a0\u00a0&#8220;Kewajiban kita dalam konteks ini, siapapun itu, tidak hanya perempuan yang\u00a0mencegah berlangsungnya KDRT,&#8221; ujar Ketua PW Fatayat NU Lampung,\u00a0Khalida, di Bandar Lampung, Sabtu (2\/7).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah telah dilakukan ialah memberikan sosialisasi dan cara\u00a0pencegahan serta penanganannya dengan melibatkan semua simpul-simpul\u00a0masyarakat serta berinisiatif memberikan perlindungan kepada korban.\u00a0&#8220;Hal lain berkaitan dengan kejadian KDRT ialah memberikan pertolongan\u00a0darurat semampu kita sebelum tenaga medis atau dokter datang, serta\u00a0mendampingi pelaporan,&#8221; papar anggota Komisi Informasi Lampung itu lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun demikian, imbuh Khalida, satu hal jangan sampai luput karena\u00a0terkosentrasi pada pencegahan tindakan semata. Tapi juga pada akibat,\u00a0bimbingan konseling kepada korban KDRT baik dari psikolog maupun pembimbing\u00a0rohani sangat penting untuk membangkitkan kepercayaan diri dari korban.\u00a0PW Fatayat NU Provinsi Lampung beberapa waktu lalu mengambil inisiasi\u00a0terkait penanganan KDRT dengan melibatkan peserta dari seluruh pimpinan\u00a0cabang, pimpinan anak cabang dan ranting Fatayat NU di Kabupaten Lampung\u00a0Timur yang dibagi dalam tiga zona.\u00a0&#8220;Intinya, jika perempuan selalu dan kerap sebagai obyek korban KDRT,\u00a0langkah preventif dan antisipatisinya justru bukan pada keluarga atau orang\u00a0terdekat. Tapi pada perempuan itu sendiri. Perlu memberikan &#8216;bekal&#8217; atau\u00a0pengetahuan mengenai faktor-faktor penyebab terjadinya KDRT, upaya\u00a0pencegahan dan cara mengatasinya serta yang paling penting adalah membangun\u00a0kemandirian perempuan itu sendiri,&#8221; demikian Khalida. (Gatot Arifianto)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Visi Fatayat NU adalah penghapusan kekerasan,\u00a0ketidakadilan dan kemiskinan dalam masyarakat dengan mengembangkan wacana\u00a0kehidupan sosial yang konstruktif serta berkeadilan gender.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1036,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-1035","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1035"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1035\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}