{"id":1015,"date":"2016-06-30T13:35:12","date_gmt":"2016-06-30T13:35:12","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=1015"},"modified":"2016-06-30T13:35:12","modified_gmt":"2016-06-30T13:35:12","slug":"ketua-mpr-sosialisasikan-4-pilar-di-pringsewu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=1015","title":{"rendered":"Ketua MPR Sosialisasikan 4 Pilar di Pringsewu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1016\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/Foto-bersama-usai-sosialisasi.jpg\" alt=\"Foto bersama usai sosialisasi\" width=\"1024\" height=\"538\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pringsewu:\u00a0Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mensosialisasikan 4 Pilar<!--more--> bagi 500\u00a0kader LDII Pringsewu. Pada paparannya, Zulkifli mengingatkan dua hal.\u00a0Pertama semangat menghayati dan mengaplikasi empat pilar dan kedua umatislam supaya bersatu menghadapi tantangan zaman.\u00a0\u201cPresiden RI pertama Soekarno menyatakan, kalaulah pancasila itu dijadikan\u00a0satu kata, maka jadilah Indonesia, yakni bermakna gotong royong. Maka\u00a0pancasila adalah cinta kasih dalam bentuk Gotong Royong,\u201d ungkap Zulkifli\u00a0di Masjid Baitul Izza, Pringsewu, Lampung (29\/06).<\/p>\n<p>Selanjutnya, pilar kedua adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia.\u00a0Zulkifli menafsirkan ini sebagai perwujudan kesamaan hak dan kewajiban.\u00a0\u201cDari manapun asal kita, memiliki hak dan kewajiban yang sama. Saya orang\u00a0Lampung yang tinggal di Jakarta. Hak nya sama dengan orang Jakarta lainnya.\u00a0Mau Jawa, mau Sunda, haknya semuanya sama. Boleh jadi Gubernur dan boleh\u00a0jadi Presiden,\u201d kata Zulkifli.<\/p>\n<p>Mengenai Bhineka Tunggal Ika Zulkifli mengharapkan kebersamaan dan\u00a0penghormatan. \u201cKita memang beda dan beragam. Tapi ingat, kita memang\u00a0bergama, tapi satu dalam keberagaman, saling menghargai dan saling\u00a0menghormati. Semua haknya sama,\u201d tegas Dia.<\/p>\n<p>Lalu untuk UUD 1945. \u201cKita telah sepakat dari 71 tahun yang lalu bahwa kita\u00a0negara demokrasi pancasila. Yang berdaulat dan yang berkuasa adalah rakyat.\u00a0Jika yang berkuasa rakyat, maka tugas wakil rakyat adalah mewujudkan\u00a0perjuangan adil bagi seluruh rakyat yang di pimpinnya. Tugasnya melayani\u00a0rakyat dan negara sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Zulkifli pun mengingatkan umat islam untuk bersatu. \u201cAda dua tantangan\u00a0kita, ekonomi dan pendidikan (ilmu pengetahuan). Kita bisa bikin apa?.\u00a0Kertas impor, garam impor, beras beli dari vietnam. Lantas, jadilah umat\u00a0islam yang top. Insinyur yang top. Jadi pengusaha, jadilah pengusaha yang\u00a0gagah, yang konglomerat,\u201d tegas Zulkifli.<\/p>\n<p>Berbicara ekonomi, Zulkifli tak lupa mengajak masyarakat agar mengajarkan\u00a0anak dari kecil untuk berdagang. \u201cDua ini penting, Saya pesan untuk\u00a0ibu-ibu, anak-anak walaupun susah. Tidak boleh putus sekolah. Jadi anak\u00a0macan, jangan pulang kalau belum berhasil,\u201d ujar pria kelahiran Gunung\u00a0Rajabasa, Lampung Selatan ini.<\/p>\n<p>Dalam sosialisasi turut mendampingi ketua MPR RI Wakil Ketua DPW LDII\u00a0Provinsi Lampung Drs H Antoni Prawiranegara, H Ahmad Muslih, S.Ag, M.Pd.I,\u00a0Sekretaris DPW LDII Provinsi Lampung Drs H Heri Sensustadi, Ketua DPD LDII\u00a0Kabupaten Pringsewu Syamsudin, SP dan Ketua PC LDII Kabupaten Pringsewu H\u00a0Sukimin (Frediansyah Firdaus).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pringsewu:\u00a0Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mensosialisasikan 4 Pilar<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1016,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-1015","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1015","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1015"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1015\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}